Karier kepelatihan
Eduardo memegang Lisensi Pro UEFA, kualifikasi kepelatihan sepak bola tertinggi. Dia mendapatkan Lisensi Pro UEFA pada tahun 2011 dari Federasi Sepak Bola Portugal. Dia juga memegang gelar di bidang Olahraga dan Pendidikan Jasmani dari Universitas Lusófona.
Portugal
Almeida memulai karier kepelatihannya pada tahun 2001 sebagai asisten pelatih tim U-16 klub Portugal, SL Benfica. Dia bekerja sebagai asisten dari mantan pemain internasional Portugal, José Luís. Kemudian pada tahun 2003, dia diangkat sebagai pelatih kepala tim U-17 Benfica. Dalam kurun waktu empat tahun, dia bekerja di level remaja klub tersebut dan turut berperan dalam pengembangan para pemaib sepak bola muda.
Pada tahun 2004, Almeida ditunjuk sebagai pelatih kepala tim U-19 União Almeirim, klub yang berbasis di Almeirim, dengan kontrak berdurasi satu tahun.
Almeida kemudian pindah ke Agualva-Cacém pada tahun 2005, di mana dia menandatangani kontrak dua tahun sebagai asisten pelatih klub Divisi Tiga, Atlético Clube do Cacém, dan bekerja mendampingi manajer sepak bola Portugal, Pedro Valido.
Kembali ke Portugal
Almeida kembali ke Portugal pada tahun 2008 dan ditunjuk sebagai pelatih klub lamanya, Atlético Cacém.
Tanzania
Pada tahun 2009, Almeida merantau ke Tanzania, di mana dia ditunjuk sebagai pelatih klub Liga Utama Tanzania, African Lyon. Dia membantu klub yang berbasis di Dar es Salaam itu finis di posisi ke-5 pada musim 2009–10.
Kembali ke Portugal
Setelah masa singkat di Tanzania, Almeida kembali ke Portugal pada tahun 2010 dan ditunjuk sebagai asisten pelatih klub Divisi Dua Portugal, Real S.C., mendampingi manajer sepak bola Portugal, Jorge Amaral Rodrigues.
Almeida kemudian pindah ke Figueira da Foz pada tahun 2011, di mana dia ditunjuk sebagai asisten pelatih Associação Naval 1º de Maio dengan kontrak satu tahun. Dia bekerja sebagai asisten dari mantan pemain internasional Brasil, Carlos Mozer.
Pada tahun 2012, Almeida pindah ke Reguengos de Monsaraz dan ditunjuk sebagai pelatih Atlético S.C. dengan kontrak satu tahun.
Kembali ke Tanzania
Pada tahun 2014, Almeida kembali ke Tanzania untuk melatih klub lamanya, African Lyon.
Laos
Pada Desember 2014, Almeida pindah jauh ke Laos, di mana dia ditunjuk sebagai pelatih klub Liga Utama Laos, Lanexang United. Dalam masa singkatnya bersama klub berbasis di Vientiane ini, dia berhasil membawa mereka finis di posisi kedua pada musim 2015.[3]
Kembali ke Portugal
Almeida kembali ke Portugal pada Desember 2015 dan ditunjuk sebagai pelatih klub Campeonato de Portugal, Pinhalnovense, dengan kontrak satu tahun. Dia berhasil menyelamatkan klub dari degradasi ke Kejuaraan Distrik Portugal dengan kemenangan penting melawan SR Almancilense dan F.C. Barreirense. Dia meninggalkan klub yang berbasis di Pinhal Novo itu tanpa kekalahan, dengan catatan dua kemenangan di Campeonato de Portugal musim 2016–17.
Pada 31 Oktober 2016, Almeida ditunjuk sebagai pelatih klub Campeonato de Portugal lainnya, S.C. Angrense.
Kembali ke Malaysia
Pada Juni 2017, Almeida kembali ke Malaysia saat dia ditunjuk sebagai pelatih kepala baru Melaka United. Dia berhasil menyelamatkan tim dari degradasi dan memperpanjang kontrak.[4] Namun, pada Mei 2018 dia berpisah dengan klub atas kesepakatan bersama.[5]
Thailand
Pada Desember 2018, Almeida menandatangani kontrak dua tahun dengan Ubon United, tetapi meninggalkan tim pada Mei 2019 karena masalah finansial yang dialami klub.[6]
Indonesia
Pada September 2019, dia bergabung dengan Semen Padang.[7] Dia harus mengakhiri musim 2019 dengan terdegradasi ke Liga 2.[8]
Pada 2021, dia bergabung dengan Arema di Liga 1. Dia mencatatkan rekor 23 pertandingan tak terkalahkan pada musim 2021–2022,[9] dan finis di peringkat ke-4. Karena hasil yang memuaskan, kontrak Almeida diperpanjang hingga dua musim kedepan.[10] Pada 5 September 2022, dia dipecat dari Arema setelah klub mendapat tekanan dari pendukung di media sosial. Di Liga 1 2022–2023, dia menghasilkan 2−2−3 (2 menang, 2 imbang, 3 kalah) hingga minggu ke-8 dan di posisi tabel ke-8.[11]
Pada 15 Mei 2023, Almeida ditunjuk sebagai pelatih baru RANS Nusantara.[12] Setelah menjalani sepuluh pertandingan tanpa kemenangan, dia dipecat oleh RANS pada 29 Februari 2024.[13]
Almeida ditunjuk kembali sebagai pelatih Semen Padang pada 20 September 2024 untuk mengarungi musim 2024–25.[14]