ESL Pro League (sebelumnya ESL ESEA Pro League; disingkat sebagai EPL) adalah liga esports profesional Counter-Strike 2 (CS2) (sebelumnya Counter-Strike: Global Offensive), yang diproduksi oleh ESL. ESL Pro League dimulai sebagai kolaborasi antara Electronic Sports League (ESL) dan E-Sports Entertainment Association League (ESEA). Liga ini sebelumnya terbagi menjadi empat wilayah: Eropa, Amerika, Asia, dan Oseania. Namun, setelah perubahan format pada musim ke-13, liga regional dihentikan dan digabungkan menjadi satu liga tunggal. ESL Pro League saat ini terdiri dari 24 tim setiap musim. Musim perdananya dimulai pada 4 Mei 2015.
Sejarah
Pada awal November 2014, Electronic Sports League (ESL) yang berbasis di Jerman mengumumkan pembentukan ESL Pro League sebagai liga ESL Eropa. Pada 28 April 2015, ESL mengumumkan kerja sama dengan E-Sports Entertainment Association League (ESEA) yang berbasis di Amerika Utara untuk menyelenggarakan liga Counter-Strike: Global Offensive dengan total hadiah sebesar US$500.000 pada musim pertama yang melibatkan dua wilayah Eropa dan Amerika Utara. Liga ini kemudian diperluas menjadi 14 tim per wilayah dan meningkatkan total hadiah menjadi US$1.000.000, dengan dua musim berlangsung setiap tahun.[1] Hadiah total kembali meningkat pada 2018, ketika ESL membuat para tim bersaing untuk hadiah $1.000.000 di Final, dengan peningkatan hadiah musim sebesar $250.000. Selain itu, jumlah tim di Final meningkat menjadi enam belas, dengan bertambahnya tim dari wilayah selain Amerika Utara dan Eropa yang berpartisipasi di Final.[2][3][4]
Pada tanggal 18 Februari 2020, ESL mengumumkan Perjanjian (secara informal disebut sebagai perjanjian Louvre), yang dimana kemitraan dengan prinsip pembagian pendapatan antara ESL dan tim-tim peserta. Tim-tim yang menandatangani perjanjian ini secara otomatis memenuhi syarat untuk menjadi Tim Mitra Tetap di ESL Pro League. Pada masa ini, ESL menggabungkan semua wilayah dan hanya menampilkan 24 tim.[5] Perjanjian Louvre berakhir pada akhir tahun 2024, karena Valve, pengembang dari permainan tersebut, menghentikan semua segala bentuk perjanjian kemitraan unik dalam kompetisi profesional Counter-Strike pada tahun 2025.[6]
Pada tahun 2020, akibat pandemi COVID-19, musim ke-11 (Eropa, Amerika Utara) dan ke-12 (Eropa, Amerika Utara, Oseania, Asia, Amerika Selatan) tidak mengadakan final global, melainkan final regional. Pada tahun 2021, mulai dari ESL Pro League Musim ke-13, organisasi mengumumkan format baru, dengan satu liga menggantikan empat liga regional yang ada sebelum pandemi. Semua 24 tim akan bepergian ke Eropa untuk berpartisipasi dalam liga, dengan 12 tim teratas dari musim reguler 24 tim melanjutkan ke babak playoff. Dengan penggabungan turnamen menjadi satu acara, hadiah total dikurangi menjadi $750.000.[7] Selama musim ESL Pro League ke-17 dan ke-18, hadiah total ditingkatkan menjadi $850.000 sebagai hasil dari penambahan jumlah tim dari 24 menjadi 32.[8] Hadiah ini dikurangi kembali menjadi $750.000 untuk musim ke-19 dan ke-20, sebelum ditingkatkan menjadi $1.000.000 untuk musim ke-21 dan ke-22, dengan jumlah tim liga dikurangi kembali menjadi 24 tim.[9]
Format
Sebelum ESL Pro League Musim ke-11, liga ini dibagi menjadi 3 liga regional yang berbeda: Eropa, Amerika, dan Asia-Pasifik, dengan tim-tim teratas dari masing-masing liga lolos ke babak final musim. Namun, akibat merebaknya pandemi COVID-19, musim ke-11 hanya mencakup dua liga: Eropa dan Amerika Utara, sedangkan musim ke-12 diubah menjadi lima liga regional (Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Oseania, dan Asia).[10] Mulai dari ESL Pro League musim ke-13, liga regional dihentikan, dan tim dari setiap wilayah bermain bersama dalam liga yang terintegrasi. Tim lolos ke ESL Pro League berdasarkan status tim mitra permanen mereka,[11] ESL World Ranking, atau melalui kualifikasi dari turnamen regional Pro League Conference, turnamen ESL Challenger League, dan turnamen ESL Challenger. Mulai dari musim ke-14 ESL Pro League, ESL mengumumkan perubahan format playoff, dengan menghapus tahap play-in.[12]
Sebelum ESL Pro League musim ke-17 (dari musim 13-16), formatnya sebagai berikut:
Babak Grup:
Empat kelompok dengan format round-robin tunggal
Setiap grup terdiri dari enam tim
Semua tim bermain melawan satu sama lain sekali
Semua pertandingan menggunakan format Best of 3</abbr>
Tim peringkat pertama di setiap grup lolos ke Perempat Final
Tim peringkat kedua dan ketiga di setiap grup lolos ke Babak 12 Besar
Babak Playoffs:
Bracket eliminasi tunggal
Semua pertandingan ‘’(kecuali Grand Final)‘’ menggunakan format Best of 3
Grand Final menggunakan format Best of 5
Setelah pembaruan format oleh ESL,[13] yang mencakup penghapusan format round-robin dan peningkatan jumlah tim menjadi 32 tim dari sebelumnya 24 tim. Format ESL Pro League ini, yang digunakan hingga tahun 2024, adalah sebagai berikut:
Babak Grup:
Empat grup dengan format triple-elimination
Setiap grup terdiri dari delapan tim
Semua pertandingan menggunakan format Best of 3
Empat tim teratas dari setiap grup lolos ke babak Playoffs:
Pemenang babak grup lolos ke Perempat Final
Runner-up babak grup lolos ke Babak 12 sebagai ‘'High Seeds’'
Tim peringkat ketiga babak grup lolos ke Babak 16 sebagai ‘'High Seeds’'
Tim peringkat keempat dari babak grup lolos ke Babak 16 Besar sebagai ‘'Low Seeds’'
Babak Playoffs:
Bracket eliminasi tunggal
Semua pertandingan ‘’(kecuali Grand Final)‘’ menggunakan format Best of 3
1234Musim 11 dan 12 awalnya direncanakan sebagai acara offline, dengan final akan diadakan di Denver, Colorado, Amerika Serikat. Namun, akibat pandemi COVID-19, ESL mengumumkan bahwa baik musim reguler maupun final akan dibagi menjadi wilayah: Eropa dan Amerika Utara untuk Musim 11, serta Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Oseania, dan Asia untuk Musim 12. Selain itu, musim reguler dan final akan sepenuhnya dimainkan secara online. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan kesehatan dan keselamatan, serta untuk meminimalisir perjalanan antar wilayah.