Akuisisi oleh Electronic Arts (2006-sekarang)
Pada bulan November 2004, Electronic Arts (EA) mengumumkan niat mereka untuk membeli seluruh saham yang beredar di DICE dengan harga 61 kr per lembar saham, dengan tenggat waktu penutupan kesepakatan dijadwalkan pada tanggal 27 Desember.[10] Pada saat itu, EA memiliki 18,9% saham di DICE.[11] Pada awalnya, penawaran tersebut ditolak oleh para pemegang saham yang mewakili 28% kepemilikan DICE pada tanggal 15 Desember,[12] kemudian EA menyesuaikan penawarannya pada tanggal 20 Desember, dengan hanya berniat membeli 44,5% dengan harga yang sama per lembar saham, dan memperpanjang tenggat waktu penawaran sampai dengan tanggal 20 Januari 2005.[13] Pada tanggal 25 Januari 2005, para pemegang saham menyetujui akuisisi tersebut, dan EA meningkatkan kepemilikan mereka di DICE menjadi 59,8%.[14][15]
Pada bulan Maret 2006, EA mengumumkan rencana baru untuk mengakuisisi seluruh saham yang beredar di DICE dengan harga 67,50 kr per lembar.[16] akuisisi ini selesai pada tanggal 2 Oktober, dengan 2,6 juta lembar saham di DICE yang dialihkan kepada EA dengan nilai total 175,5 juta kr.[17][18] Tidak lama setelah akuisisi, pada tanggal 5 Oktober, EA menutup Digital Illusions Canada, studio DICE yang berbasis di Ontario.[19] Sebanyak 25 karyawan yang bekerja di studio tersebut pada saat itu diberikan opsi untuk pindah ke kantor pusat DICE di Stockholm atau studio EA lainnya.[20] Salah satu pendiri DICE, Liljegren, mengumumkan pada tanggal 16 Oktober bahwa ia mendirikan RedJade sebagai penerus Digital Illusions Canada.[21]
Pada bulan Mei 2013, EA membuka divisi baru yang berbasis di Los Angeles untuk DICE yang dikenal sebagai DICE LA, yang dipimpin oleh mantan staf senior dari studio EA yang sebelumnya ditutup, yaitu Danger Close Games.[22] DICE LA secara umum terlibat dalam pemberian dukungan kepada DICE dan game EA lainnya dan belum pernah membuat game sendiri. Vince Zampella dari Respawn Entertainment (studio EA lainnya) ditunjuk sebagai pemimpin baru studio tersebut pada Januari 2020. Zampella telah mengindikasikan pada saat itu bahwa mereka mungkin akan terpisah dari DICE, dan mengubah nama mereka untuk merefleksikan hal tersebut.[23] DICE LA mengumumkan nama baru mereka, Ripple Effect Studios, pada Juli 2021, meskipun berada di bawah manajemen Zampella, dan sambil menyelesaikan pengerjaan Battlefield 2042, mereka akan bergerak ke arah yang baru setelah dirilis.[24]
Pada tanggal 2 Desember 2021, Electronic Arts mengumumkan bahwa Vince Zampella, salah satu pendiri Respawn Entertainment dan kepala Ripple Effect Studios, akan mengawasi seri Battlefield di masa mendatang, dengan Ripple Effect memimpin dalam mengembangkan "pengalaman baru" waralaba tersebut, alih-alih DICE.[25][26] Bersamaan dengan pengumuman tersebut, dilaporkan bahwa General Manager DICE, Oskar Gabrielson, akan meninggalkan EA, dan Rebecka Coutaz, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pelaksana Ubisoft Annecy, akan menggantikan posisinya.[27]