Drimys winteri, yang juga dikenal sebagai foye[1] dan canelo, adalah spesies pohon ramping dari famili Winteraceae, tumbuh hingga 20 m (66 kaki) tinggi. Pohon ini berasal dari hutan beriklim sedang Magellan dan Valdivia di Chili dan Argentina, di mana pohon ini merupakan pohon dominan di hutan hijau pantai. Pohon ini ditemukan di ketinggian di bawah 1.200 m (3.900 kaki) antara garis lintang 32° selatan hingga Tanjung Horn di garis lintang 56°. Di wilayah paling selatan pohon ini dapat bertahan pada suhu hingga −20°C (−4°F).[2] Tanaman ini terkenal karena plastisitas fenotipiknya, mampu tumbuh di berbagai lokasi mulai dari "zona kering ekstrem hingga lahan basah di sepanjang Chili".[3][4] Pohon ini juga tumbuh di tempat dengan berbagai jenis dan tingkat kompetisi dari tanaman lain.[4]
Deskripsi
Daunnya berbentuk lanset, hijau mengkilap di bagian atas, putih di bagian bawah, dan dapat mencapai panjang hingga 20cm (8in). Bunga berwarna putih dengan pusat kuning, terdiri dari banyak kelopak dan benang sari. Buahnya berupa beri berwarna kebiruan.
Hubungan tinggi–diameter D. winteri sangat bervariasi. Misalnya, variasi tinggi–diameter D. winteri lebih besar dibandingkan dengan spesies Nothofagus.[4] Dalam wilayah sebarannya, D. winteri lebih tahan terhadap embun beku dibandingkan konifer alami dan angiosperma berpembuluh seperti Nothofagus. Hal ini menantang pandangan konvensional bahwa tanaman tanpa pembuluh seperti D. winteri merupakan relik biologis yang kurang adaptif terhadap suhu dingin.[5]
Sejarah
Canelo atau foye adalah pohon suci bagi suku Mapuche, yang mengaitkannya dengan "kebaikan, kedamaian, dan keadilan",[6] dan sering ditanam pada pertemuan khusus. Pendeta dalam agama asli mereka disebut foyeweye atau boquibuye, yang berarti "pelayan foye".[1]
Pada abad ke-16, kulit pohon Drimys winteri digunakan oleh pelaut Eropa, termasuk kru Kapten James Cook, sebagai obat dan pencegahan kudis sebelum vitamin C ditemukan. Pohon ini pertama kali secara resmi dideskripsikan oleh naturalis Johann Reinhold Forster.[7]
Referensi
12de Mösbach, Ernesto Wilhelm (1992). Botánica indígena de Chile (dalam bahasa Spanyol). Santiago, Chile: Editorial Andrés Bello. hlm.78–79. ISBN956-13-0970-X.
↑Montecino Aguirre, Sonia (2015). "Canelo". Mitos de Chile: Enciclopedia de seres, apariciones y encantos (dalam bahasa Spanyol). Catalonia. hlm.126–127. ISBN978-956-324-375-8.
↑Alice M. Coats, Garden Shrubs and Their Histories (1964) 1992, s.v. "Drimys".