Pada 1 Januari 42Â SM, nyaris dua tahun setelah pembunuhan Julius Caesar pada 15 Maret 44Â BC, namun sebelum kemenangan akhir terhadap Triumvirat Kedua atas para konspirator yang telah mencabut nyawanya, Senat Romawi menyatakan Caesar sebagai dewa. Sehingga, ia disebut sebagai Divus Iulius ("dewa Julius"), dan putra angkatnya Octavianus menggelari dirinya Divi filius[1][2] ("putra sosok yang didewakan, putra dewa"). Sebutan yang lebih lengkap, divi Iuli filius ("putra dewa Julius"), juga dipakai.[3]