Diplomasi kapal perangSMS Panther, sebuah contoh terkenal dari penggunaan diplomasi kapal perang yang dilakukan oleh Jerman
Dalam politik internasional, diplomasi kapal perang (atau "Ideologi Tongkat Besar" dalam sejarah AS)merujuk kepada kebijakan asing dengan bantuan pengerahan kekuatan angkatan laut—yang memberikan atau mencetak ancaman perang langsung, sehingga seharusnya istilah tersebut tidak ditujukan kepada pasukan superior.[1]
Asal muasal istilah
Istilah tersebut datang dari zaman imperialisme pada abad kesembilan belas, dimana bangsa-bangsa Eropa bersaing satu sama lain.
Kapal induk kelas Nimitz, kerap dipakai untuk memengaruhi sikap diplomasi negara lain pada masa kiniPesawat peringatan dini Boeing E-3 Sentry kerap dipakai untuk diplomasi kapal perang masa kini
Diplomasi kapal perang juga disamakan dengan hegemoni.[2] Seiring Amerika Serikat menjadi kekuatan militer pada dekade pertama abad ke-20, diplomasi kapal perang versi Rooseveltian, Diplomasi Tongkat Besar, sebagian digantikan oleh diplomasi dolar: mengganti tongkat besar dengan "wortel yang menarik" berupa investasi swasta Amerika. Namun, pada masa kepresidenan Woodrow Wilson, diplomasi kapal perang konvensional memang muncul, terutama dalam kasus pendudukan Veracruz oleh Angkatan Darat AS pada tahun 1914, selama Revolusi Meksiko.[3]
Diplomasi kapal perang di dunia pasca-Perang Dingin sebagian besar masih bergantung pada kekuatan angkatan laut, mengingat kekuatan laut Angkatan Laut AS yang luar biasa. Pemerintah AS sering kali mengubah disposisi armada angkatan laut utama mereka untuk memengaruhi opini di negara-negara asing. Poin-poin diplomatik yang lebih mendesak disampaikan oleh pemerintahan Clinton dalam Perang Yugoslavia pada tahun 1990-an (beraliansi dengan pemerintahan Blair) dan di tempat lain, dengan menggunakan rudal Tomahawk yang diluncurkan dari laut,[4] dan pesawat peringatan dini Boeing E-3 Sentry dalam tampilan kehadiran militer yang lebih pasif.[5][6][7]Sekretaris Luar Negeri Amerika SerikatHenry Alfred Kissinger merangkum konsepnya sebagai berikut: "Sebuah kapal induk adalah diplomasi berbobot 100.000 ton."[8]
↑Cable, James. "Gunboat Diplomacy: Political Applications of Limited Naval Force" Chatto and Windus for the Institute for Strategic Studies, 1971. P.10
↑Rowlands, K. (2012). "Decided Preponderance at Sea”: Naval Diplomacy in Strategic Thought. Naval War College Review, 65(4), 5–5. Retrieved from Link to article:
↑Rowlands, K. (2012). "Decided Preponderance at Sea”: Naval Diplomacy in Strategic Thought. Naval War College Review, 65(4), 5–5. Retrieved from Link to article:
Arnold, Bruce Makoto (2005). Diplomacy Far Removed: A Reinterpretation of the U.S. Decision to Open Diplomatic Relations with Japan (Thesis). University of Arizona.
Cable, James: Gunboat diplomacy. Political Applications of Limited Naval Forces, London 1971 (re-edited 1981 and 1994)
Wiechmann, Gerhard: Die preußisch-deutsche Marine in Lateinamerika 1866-1914. Eine Studie deutscher Kanonenbootpolitik (The Prussian-German Navy in Latin America 1866-1914. A study of German Gunboat diplomacy), Bremen 2002.
Wiechmann, Gerhard: Die Königlich Preußische Marine in Lateinamerika 1851 bis 1867. Ein Versuch deutscher Kanonenbootpolitik (The royal Prussian navy in Latin America 1851 to 1867. An attempt of German gunboat diplomacy), in: Sandra Carreras/Günther Maihold (ed.): Preußen und Lateinamerika. Im Spannungsfeld von Kommerz, Macht und Kultur, p.105-144, Münster 2004.
Eberspächer, Cord: Die deutsche Yangtse-Patrouille. Deutsche Kanonenbootpolitik in China im Zeitalter des Imperialismus (The German Yangtse patrol. German Gunboat diplomacy in China in the age of imperialism), Bochum 2004.
Healy, D.: Gunboat Diplomacy in the Wilson Era. The U.S. Navy in Haiti 1915-1916, Madison WIS 1976.
Hagan, K. J.: American Gunboat Diplomacy and the Old Navy 1877-1889, Westport/London 1973.
Preston, A./Major, J.: Send a Gunboat! A study of the Gunboat and its role in British policy, 1854-1904, London 1967.
Krüger, Henning: Zwischen Küstenverteidigung und Weltpolitik. Die politische Geschichte der preußischen Marine 1848 bis 1867 (Between coastal defence and world policy. The political history of the prussian navy 1848 to 1867), Bochum 2008.
Artikel:
Long, D. F.: "Martial Thunder": The First Official American Armed Intervention in Asia, in: Pacific Historical Review, Vol. 42, 1973, p.143-162.
Willock, R.: Gunboat Diplomacy: Operations of the (British) North America and West Indies Squadron, 1875-1915, Part 2, in: American Neptune, Vol. XXVIII, 1968, p.85-112.
Bauer, K. J.: The "Sancala" Affair: Captain Voorhees Seizes an Argentine Squadron, in: American Neptune, Vol. XXIV, 1969, p.174-186
N.N.: Die Vernichtung des haitianischen Rebellenkreuzers "Crete à Pierrot" durch S.M.Kbt. "Panther" (The destruction of the Haitian rebel cruiser "Crete à Pierrot" through His Majesty´s gunboat "Panther"), in: Marine-Rundschau, 13. Jahrgang, 1902, S. 1189-1197.
Rheder: Die militärische Unternehmung S.M.S.S. "Charlotte" und "Stein" gegen Haiti im Dezember 1897 (The military enterprise of His Majesty´s schoolships "Charlotte" and "Stein" against Haiti in December 1897), in: Marine-Rundschau, 41. Jahrgang, 1937, S. 761-765.