Diktator militer adalah bentuk pemerintahan otoriter di mana otoritas politik berada di tangan angkatan bersenjata.[1] Berbeda dengan bentuk diktator lainnya, kekuasaan dalam sistem ini biasanya dijalankan oleh sekelompok perwira senior yang membentuk junta.[2]
Karakteristik Utama
Diktator militer sering kali muncul setelah adanya kudeta yang menggulingkan pemerintahan sipil. Karakteristik umumnya meliputi:
Penangguhan konstitusi dan pembubaran parlemen.[3]
Penindasan terhadap lawan politik dan pembatasan kebebasan pers.[4]
Penggunaan kekerasan atau ancaman kekuatan militer untuk mempertahankan kendali.
Daftar Diktator Militer Terkenal
Berikut adalah beberapa tokoh yang memimpin rezim diktator militer dalam sejarah modern:
Jorge Rafael Videla' (Argentina, 1976–1981): Pemimpin utama selama Proses Reorganisasi Nasional.[5]Augusto Pinochet (Chili, 1973–1990): Berkuasa setelah kudeta yang menggulingkan Salvador Allende.[6]Muammar Gaddafi (Libya, 1969–2011): Memimpin setelah kudeta terhadap monarki, meskipun kemudian memproklamirkan sistem "Jamahiriya".[7]Francisco Franco (Spanyol, 1939–1975): Menjadi pemimpin Spanyol setelah memenangkan Perang Saudara Spanyol.[8]Park Chung-hee (Korea Selatan, 1961–1979): Berkuasa melalui kudeta militer dan memimpin periode industrialisasi cepat.[9]Soeharto Presiden dan Pemimpin Militer Indonesia yang naik kekuasaan melalui Supersemar dan jatuhnya Presiden SukarnoFerdinand Marcos Sr. Presiden dan Pemimpin Militer yang naik dengan pemilu demokratis tapi ia memperpanjang masa jabatannya melalui Darurat militerChiang Kai-shek Presiden, Pemimpin Militer dan Direktur Jenderal Partai Penguasa Kuomintang yang berkuasa selama 3 dekade