Difusi tanggung jawab adalah fenomena sosiopsikologis di mana seseorang cenderung kurang mengambil tanggung jawab atas tindakan atau ketidakbertindakan ketika ada pengamat atau saksi lain yang hadir. Dianggap sebagai bentuk atribusi, individu berasumsi bahwa orang lain bertanggung jawab untuk mengambil tindakan atau telah melakukannya.[1]
Difusi tanggung jawab mengacu pada berkurangnya rasa tanggung jawab untuk bertindak yang dirasakan setiap anggota kelompok ketika mereka menjadi bagian dari kelompok. Misalnya, dalam situasi darurat, individu merasa kurang bertanggung jawab untuk merespons atau memanggil bantuan jika mereka tahu ada orang lain yang juga menyaksikan situasi tersebut—jika mereka tahu bahwa mereka adalah bagian dari kelompok saksi. Dalam konteks kelompok lain (di mana sebuah kelompok ditunjuk untuk menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan tertentu), difusi tanggung jawab muncul sebagai berkurangnya rasa tanggung jawab masing-masing anggota untuk berkontribusi dan bekerja keras mencapai tugas atau tujuan tersebut. Difusi tanggung jawab terjadi hampir di semua kelompok, tetapi derajatnya bervariasi, dan dapat dikurangi dengan mengurangi ukuran kelompok, menetapkan harapan yang jelas, dan meningkatkan akuntabilitas.[2]
Keputusan untuk mengambil tanggung jawab cenderung menurun ketika kelompok potensial yang dapat membantu semakin besar, sehingga hanya sedikit perilaku menolong yang ditunjukkan oleh para pengamat.[3] Penyebabnya berkisar dari efek psikologisanonimitas hingga perbedaan jenis kelamin. Implikasi dari perilaku yang terkait dengan difusi tanggung jawab dapat mengancam karena adanya peningkatan pelepasan moral (moral disengagement) dan penurunan perilaku menolong.
Difusi tanggung jawab dapat diformalkan menggunakan teori permainan sebagai masalah free-rider[4] atau sebagai volunteer's dilemma dalam permainan koordinasi.[5]
Contoh dunia nyata
Dalam banyak contoh di dunia nyata, sering kali sulit untuk memastikan secara pasti bahwa peristiwa tertentu terjadi karena efek sosiopsikologis seperti difusi tanggung jawab, karena biasanya terdapat banyak faktor penyumbang lainnya. Banyak peristiwa tersebut juga traumatis bagi individu yang mengalaminya. Dalam situasi yang diketahui meningkatkan kecemasan, peristiwa sering kali ditafsirkan lebih berbahaya atau tidak akurat dibandingkan kenyataannya. Meskipun representasi yang akurat mungkin dipertanyakan, telah dilakukan banyak analisis pada peristiwa-peristiwa berikut terkait difusi tanggung jawab dan penerapan konsep tersebut.
Referensi
↑Ciccarelli, Saundra K.; White, J. Noland (2009). Psychology (Edisi 2nd ed). Upper Saddle River, N.J: Pearson Prentice Hall. ISBN978-0-13-600428-8.