Dictator perpetuocode: la is deprecated (Bahasa Indonesia: "diktator seumur hidup"), juga disebut dictator in perpetuum,[1] adalah jabatan yang dipegang oleh Julius Caesar pada akhir masa hidupnya. Ia menerima gelar tersebut antara 26 Januari dan 15 Februari pada tahun 44 SM.[2] Dengan meninggalkan batasan waktu dari kediktatoran Romawi biasa, jabatan tersebut mengangkat Caesar ke pangkat yang lebih dari para raja Romawi kuno. Perubahan tersebut, di antara penekanan monarki lainnya, memotivasi pembunuhannya beberapa pekan kemudian pada 15 Maret 44 SM.[3]
Referensi
↑For this title in inscriptions and texts cf. the Fasti Capitolini (Rome): ..../ [C(aius) Iulius C(ai) f(ilius) C(ai) n(epos) Caesar in perpetuum dict(ator)] / [rei gerundae causa]... and the Fasti Amiternini (Amiternum/ Poggio San Vittorino): ...[C(aius) Iulius Ca]esar dict(ator) [in p]erpetuum/ [bellu]m civil(e) Mutine(n)se / cum M(arco) [A]ntonio...; important is also Livy, Perioch. CXVIDiarsipkan 2018-12-04 di Wayback Machine.: Caesar... Et cum plurimi maximique honores a senatu decreti essent (inter quos... dictator in perpetuum esset...)... For the date "Julius Caesar: Dates and Events".