Diana Monserrat Vicezar Torres adalah seorang aktivis komunitas dan pengusaha Paraguay. Ia mendirikan organisasi kesejahteraan hewan saat masih remaja, sebelum kemudian mendirikan platform daring dan podcast. Pada tahun 2020, ia ditambahkan ke dalam Diana Award Roll of Honour atas karyanya.
Karier
Pada tahun 2017, di usia 16 tahun, Diana Vicezar mendirikan Mymba Rayhu, sebuah organisasi berbasis komunitas di Paraguay yang berfokus pada keberlanjutan dan kesejahteraan hewan.[1][2] Paraguay memiliki masalah besar dengan anjing meliar atau telantar, serta polusi plastik. Vicezar mendirikan Mymba Rayhu untuk membangun tempat perlindungan bagi anjing-anjing gelandang ini menggunakan bahan-bahan yang sepenuhnya didaur ulang, terutama dari plastik.[2] Pada tahun 2018, ia menerima Penghargaan Remaja Unggul Asunción.[3] Pada tahun 2019, organisasi tersebut memiliki tiga cabang internasional;[1] pada tahun yang sama Vicezar menerima Global Teen Leader Award (Penghargaan Pemimpin Remaja Dunia) untuk projek tersebut.[4] Pada tahun 2020, ia ditambahkan ke dalam Diana Award Roll of Honour atas kerja sukarelanya.[5]
Saat menjadi mahasiswa di Pitzer College, Diana Vicezar mendirikan Mapis, sebuah platform karier daring.[6][7] Platform tersebut bertujuan untuk mendukung mahasiswa internasional dengan membantu mereka mengakses peluang karier di Amerika Serikat.[8] Versi beta-nya diluncurkan pada tahun 2022.[6][9] Pada tahun yang sama, ia menjadi orang Paraguay pertama yang bekerja sebagai pekerja magang desain produk di Meta.[7][10] Pada tahun 2023, saat belajar di University College Cork (Irlandia), Vicezar meluncurkan podcast, 'La Sociedad', podcast pertama yang merekam dan berbagi tentang pengalaman para mahasiswa Hispanik dan Amerika Latin di Irlandia.[11]
Pada tahun 2021, ia mewakili Paraguay di konferensi #Youth4Climate.[12] Pada tahun 2023, ia menerima Penghargaan Outstanding Young People of Paraguay dari Junior Chamber International of Asunción.[13]
Kehidupan pribadi
Diana Vicezar berasal dari Asunción.[7] Ia menganggap sebagian besar kesuksesannya berasal dari privilesenya bisa ke luar negeri karena kesempatan awal untuk belajar bahasa Inggris di Amerika Serikat.[14]