Biografi
Kehidupan awal
Dennis Sullivan lahir pada 17 Maret 1945, di Bronx, New York, dari pasangan John dan Hanorah (née Hayes) Sullivan. Ia memiliki dua saudara, Jack dan Charlie, dan satu saudari, Catherine.[1]
Dennis Sullivan masuk Mount St. Michael Academy di Bronx sebelum masuk Iona College di New Rochelle, New York. Memutuskan untuk menjadi imam, ia meninggalkan Iona pada tahun kedua. Sullivan kemudian masuk Seminari Santo Yosef di Yonkers, New York. Ia menerima gelar Bachelor of Arts pada 1967. Sullivan datang ke Ponce, Puerto Riko, pada 1969 untuk masuk Institut Bahasa Spanyol Musim Panas di Universitas Katolik Kepausan Puerto Riko. Ia menerima gelar Master of Divinity pada 1970 dari Seminari Santo Yosef.[1][2]
Imamat
Sullivan ditahbiskan menjadi imam untuk Keuskupan Agung New York di Katedral Santo Patrick, Manhattan oleh Kardinal Terence Cooke pada 29 Mei 1971.[3] Keuskupan agugn kemudian mengirimnya ke Republik Dominika untuk meneruskan pendidikannya dalam bidang bahasa Spanyol.[1] Ia menjalani tiga bulan disana, tempat ia "belajar bertutur Spanyol sangat cepat karena tak ada orang yang bertutur Inggris."[1]
Setelah Sullivan kembali ke New York City pada 1971, keuskupan agung menugaskannya sebagai kurator di paroki-paroki New York City berikut ini:
- Paroki Santa Elizabeth di Washington Heights (1971 sampai 1976)
- Paroki Santo Filipus dan Yakobus di Bronx (1976 sampai 1981)
- Paroki Kenaikan di Manhattan (1981 sampai 1982)[1]
Sullivan diangkat menjadi pastor Paroki Santa Teresa di Lower East Side, Manhattan pada 1981, tempat ia menerima gelar dalam bidang bahasa Tionghoa. Pada 1999, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya ke pangkat prelat kehormatan. Pada 2004, Sullivan menjadi pastor Paroki Santo Yohanes dan paulus di Larchmont.[2]
Sullivan juga menjabat sebagai anggota Lower East Side Catholic Area Conference, dewan imam diosesan agung, dan badan peninjauan diosesan agung untuk kasus pelecehan seksual.[1]
Uskup Camden
Pada 8 Januari 2013, Paus Benediktus XVI mengangkat Sullivan menjadi uskup Camden.[6][7] Pada Januari 2014, Sullivan dikritik setelah keuskupan agung membeli sebuah hunian senilai sekitar $500.000 di Woodbury, New Jersey, dari Universitas Rowan untuk dijadikan sebagai hunian uskup. Keuskupan menyatakan bahwa uskup memerlukan kamar tambahan untuk pertemuan dan konferensi.[8]
Pensiun
Uskup Joseph A. Williams diangkat menjadi uskup koajutor Sullivan pada Maret 2024[9] dan Paus Fransiskus menerima pengunduran diri Sullivan dari jabatan uskup Camden pada 17 Maret 2025, hari ulang tahunnya yang ke-80.[10]