Pada tanggal 28 Oktober 1974, Konferensi Tingkat TinggiLiga Arab 1974 diselenggarakan di Rabat menunjuk PLO sebagai "satu-satunya wakil sah dari bangsa Palestina dan menegaskan kembali hak mereka untuk mendirikan sebuah negara merdeka yang mendesak."[5]
Rencana pembagian berfungsi sebagai dasar untuk Deklarasi kemerdekaan Israel, tetapi tidak diterima oleh kepimpinanan Arab Palestina pada saat itu.
Bagaimanapun, pada bulan September 1948, Pemerintahan Seluruh Palestina dinyatakan dalam Jalur Gaza sebagai protektorat Mesir dan diakui oleh sebagian besar anggota Liga Arab, yang dianggap oleh sebagian orang sebagai upaya pertama untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka; akan tetapi, Pemerintahan Seluruh Palestina telah dibubarkan oleh Mesir beberapa tahun kemudian. Deklarasi tahun 1988 tidak secara eksplisit mengakui Negara Israel.
Namun, dokumen yang menyertainya[8] secara eksplisif menyebutkan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 242, dan pernyataan Yasser Arafat di Jenewa satu bulan kemudian[9] diterima oleh Amerika Serikat memadai untuk menafsirkan deklarasi sebagai pengakuan terhadap Israel dengan batas-batasnya sebelum tahun 1967.
↑Tom Lansford, Political Handbook of the World 2014, p. 1628. CCPre
Press, March 2014. "On April 2, 1989, the PLO's Central Council unanimously elected Arafat president of the self-proclaimed Palestinian state and designated Faruk Qaddumi as foreign minister..."
↑Madiha Rashid al Madfai, Jordan, the United States and the Middle East Peace Process, 1974-1991, Cambridge Middle East Library, Cambridge University Press (1993). ISBN 0-521-41523-3. p 21.