Robur ac spescode: la is deprecated (Latin untuk 'Kekuatan dan harapan')
David William Bacon (15 September 1813–5 November 1874) adalah seorang prelat Katolik Amerika Serikat yang menjabat sebagai Uskup Portland pertama dari 1855 sampai kematiannya pada 1874.
Kehdiupan awal dan pendidikan
David William Bacon lahir pada 15 September 1813, di Brooklyn, New York.[1] Ia merupakan anak sulung dari pasangan William dan Elizabeth (née Redmond) Bacon.[2] Orangtuanya merupakan imigran Irlandia yang dinikahkan oleh Padri Benedict Joseph Fenwick di Gereja Santo Petrus pada 1812.[3] Ayahnya, seorang kapten laut, hilang di laut saat David berusia muda dan sementara ibunya sedang mengandung seorang putri, Jane.[4][3]
Saat di Maryland, Bacon ditahbiskan menjadi imam pada 13 Desember 1838, oleh Uskup Agung Samuel Eccleston.[1] Setelah kembali ke New York, ia diangkat menjadi asisten untuk Padri Walter Quarter, saudara dari kelak uskup William Quarter dan pastor Gereja Santo Yohanes di Utica.[7] Ia menjadi pastor Gereja Santa Maria di Ogdensburg pada Oktober 1839, asisten untuk Padri Andrew Byrne di Gereja Santo Yakobus, Manhattan pada Desember 1840, dan pastor Gereja Santo Petrus di Belleville, New Jersey, pada Januari 1841.[7]
Bacon sempat menjabat sebagai pastor Gereja Santo Yosef, Greenwich Village, menggantikan Padri John McCloskey setelah ia diangkat di St. John's College pada Juni 1841 sampai McCloskey kembali ke jabatannya setahun berikutnya karena penurunan kesehatan.[8][7] Bacon kemudian bertugas di kampung halamannya Brooklyn, tempat ia membentuk paroki Gereja Kenaikan yang baru.[5] Sebagai pastor (1842–1855), ia merampungkan pembangunan gedung gereja dan mendirikan sebuah sekolah parokial.[9] Memberikan pertumbuhan terhadap paroki, ia membantu membentuk paroki Santa Maria Bintang Laut baru di Brooklyn, sesambil menetap di Paroki Kenaikan.[10]
Usai datang ke Portland, Bacon dilantik di Gereja Santo Dominikus, satu-satunya gereja Katolik di kota tersebut, pada 31 Mei 1855.[13] Pada permulaan masa jabatannya sebagai uskup, keuskupan tersebut terdiri dari 24 gereja dan 10 imam, termasuk Padri John Bapst dan Anthony F. Ciampi, untuk melayani populasi Katolik berjumlah sekitar 40.000.[14] Pada akhir masa jabatannya pada 1874, keuskupan tersebut terdiri dari 63 gereja, 52 imam, 23 sekolah parokial (melebihi keuskupan-keuskupan Boston, Burlington, atau Providence[15]), dan sekitar 80.000 umat Katolik.[5]
Serangan anti-Katolik
Pada awal masa jabatan Bacon sebagai uskup, ia menghadapi serangan anti-Katolik di Maine. Pada 1854, tahun sebelum kedatangannya, Padri John Bapst diberi hukuman ter dan bulu di Ellsworth setelah berbicara melawan pemaksaan murid Katolik untuk membaca Alkitab Protestan di sekolah-sekolah negeri.[16] Pada tahun yang sama, sebuah gereja Katolik dibakar di Bath.[10] Pada November 1855, Bacon mengupayakan peletakan batu pertama untuk sebuah gereja baru namun massa merebut tempat tersebut, mematahkan crucifix dmenyerang para kongregan Katolik.[10]
Katedral Perawan Tak Bernoda
Bacon memulai upaya untuk membangun kayedral pada 1856 dengan pembelian lahan di Cumberland Avenue.[17] Mula-mula, sebuah kapel dengan tempat duduk sejumlah 600 buah dibangun pada Desember 1856.[18] Pengerjaan terhadap bangunan utama tertunda selama beberapa tahun, khususnya akibat Perang Saudara. Pengerjaan kembali pada 1866, dengan Bacon meletakkan batu pertama pada 31 Mei tahun tersebut.[19] Namun, Kebakaran Besar Portland pada 4 Juli berikutnya menghancurkan sektiar 1.800 bangunan, termasuk katedral yang belum rampung, kapel, kediaman uskup, sebuah sekolah parokial, dan sebuah konven.[20]
Sebuah kapel dan sekolah baru didirikan dalam enam bulan usai kebakaran.[21] Tak lama sebelum datang ke Roma untuk Konsili Vatikan Pertama, Bacon mendedikasikan Katedral Perawan Tak Bernoda pada 8 September 1869.[22] Namun, keesokan harinya, sebuah badai menghancurkan katedral baru tersebut. Katedral tersebut diperbaiki pada akhir Oktober.[23]
Konsili Vatikan Pertama
Bacon menghadiri Konsili Vatikan Pertama (1869–1870), tempat topik diskusi utamanya adalah definisi infalibilitas kepausany. Pada sesi pembuka Konsili tersebut pada Januari 1870, Bacon bergabung dengan delapan belas uskup Amerika Serikat lainnya yang menandatangani sebuah petisi yang gagal meminta Paus Pius IX untuk menarik proposal tersebut.[24] Meskipun beberapa hal mengandung pelestarian teologi, yang lainnya dianggap sebagai proposal tak menguntungkan, khususnya memberikan opini anti-Katolik di Amerika Serikat.[25] Namun, pada pemungutan suara dini pada 13 Juli dan pemungutan suara akhir pada 18 Juli, Bacon memberikan suara setuju terhadap proposal tersebut.[26]
Kematian
Pada musim panas 1874, Bacon berlayar dengan Uskup Agung John McCloskey untuk mengunjungi Roma.[5] Namun, Bacon jatuh sakit dan dibawa ke sebuah rumah sakit di Brest, Prancis.[5] Ia singgah disana sampai akhir Oktober, saat ia kembali ke New York dengan McCloskey.[27] Kemudian, kala kapal mereka mencapai New York pada 4 November, Bacon dibawa ke St. Vincent's Hospital, tempat ia meninggal keesokan harinya dalam usia 61 tahun.[28]
Jasad Bacon kemudian dibawa memakai kereta ke Portland, dan Misa Requiem diadakan pada 10 November di Katedral Perawan Tak Bernoda oleh Uskup John Joseph Williams, dengan Uskup Agung McCloskey membawakan sebuah eulogi.[29][30] Ia awalnya dimakamkan di katedral tersebut, bersebelahan dengan ibu, saudari dan para bibinya.[31] 151 tahun kemudian, pada November 2025, jasad Bacon dipindahkan ke sarkofagus baru yang terletak di katedral utama.[32]