Teka-Teki Mata Apresiasi Puisi Damai di Bumi: Kumpulan Sajak
Orang tua
Hj. Siti Rahmah (ibu)
Damiri Mahmud (17 Januari 1945–30 Desember 2019) adalah sastrawan yang berasal dari Sumatera Utara.[1][2] Karyanya mencakup artikel tentang budaya, politik, dan agama. Ia menulis di berbagai harian dan majalah di Indonesia maupun Malaysia. Media yang pernah memuat karya Damiri di antara lain: Berita Buana, Pelita, Kompas, Republika, Pikiran Rakyat, Analisa, Waspada, Merdeka, Pikiran Rakyat, Lampung Post, Media Indonesia, Panji Masyarakat, Berdaulat, Horison, Basis, Dewan Sastra dan Berita Harian (Malaysia).[3]
Karier
Kiprahnya dalam dunia sastra dimulai ketika ia menerbitkan cerpen bersambung berjumlah tujuh judul di majalah "Bintang, Sport dan Film" pada tahun 1969 di kota Medan. Cerpen yang dimuat tersebut berjudul Ronggeng, Luka Lama berdarah Lagi, dan Kabar dari Laut. Untuk cerpen yang berjudul Mata pernah dimuat oleh majalah Horison di Jakarta pada tahun 1970.
Di samping menulis karya sastra modern, Damiri Mahmud juga menulis cerita rakyat. Ia menggubah cerita rakyat dengan gaya baru. Cerita rakyat berjudul Wasiat Ayah diterbitkan oleh Firma Hasmar di Medan pada tahun 1976. Ia juga pernah memperoleh penghargaan dari Perpustakaan Sumatera Utara pada tahun 1978 atas cerita yang ia tulis yang berjudul Membalas Budi.
Selain Cerpen dan Cerita Rakyat, Damiri juga menghasilkan karya novel berjudul Teka-Teki yang diterbitkan oleh Marwlis Publisher, Selangor, Malaysia pada tahun 1988.[1]
↑Medan, Damiri MahmudLahir di; budaya, 1946 Tulisan-tulisannya berupa artikel; politik; Agama, Dan; Buana, tersebar di berbagai harian dan majalah di Indonesia dan Malaysia antara lain: Berita; Pelita; Kompas; Republika; Rakyat, Pikiran (2019-03-19). "Puisi-Puisi Damiri Mahmud; Kesaksian Seorang Penyair". BASABASI.CO (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-12-30. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)