Damar Juniarto adalah tokoh di bidang tata kelola AI, integritas media, dan demokrasi digital dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam membentuk kebijakan publik, akuntabilitas platform, dan kerangka kerja kebebasan berekspresi di seluruh Asia Tenggara dan forum multilateral global, dengan rekam jejak yang terbukti dalam membentuk kebijakan nasional dan internasional.
Damar Juniarto juga merupakan pendiri PIKAT (Pusat Inovasi AI dan Teknologi untuk Demokrasi), sebuah pusat penelitian independen yang berfokus pada penggunaan AI dan teknologi digital untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi, ketua KONDISI (Kelompok Kerja Anti-Disinformasi Digital), sebuah inisiatif utama untuk mengumpulkan para ahli dalam memerangi penyebaran disinformasi digital, anggota aktif KTP2JB (Komite Tanggungjawab Perusahaan Platform Digital untuk Jurnalisme Berkualitas), Board Amnesty International Indonesia, dan pernah menjadi Pakar di Badan Penasihat AI PBB 2024, Direktur Eksekutif SAFEnet 2019-2023 dan Wakil Presiden Senior Hubungan Pemerintah GO-JEK 2018-2019.
Saat masih menjadi mahasiswa baru di UI Damar sudah menunjukkan determinasinya dalam memperjuangkan demokrasi di kalangan mahasiswa UI. Damar sempat mendirikan majalah independen mahasiswa UI yang menyuarakan "anti senioritas" pada masa itu.
Di masa krisis multi dimensi di Indonesia tahun 1997-1998 Damar aktif dalam aksi-aksi demonstrasi menentang Orde Baru, bersama KBUI.
Usa menempuh pendidikannya di UI, Damar memulai kariernya di sektor periklanan dengan bekerja pada agensi iklan Leo Burnett dan McCann.[1]
Peran Damar di kawasan regional menjadikannya inovator demokrasi digital, sebagai pendiri dan memimpin Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) 2013-2023, kemudian di SEA Collaborative Policy Network, Digital Democracy Resilience Network (DDRN), mendirikan PIKAT dan menjadi Ketua KONDISI. PIKAT dan KONDISI berfokus pada pemanfaatan AI dan teknologi digital untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi.
Peran Damar dalam skala global adalah sebagai Pakar di Badan Penasihat AI PBB 2024 (UNSG AIAB), memberikan masukan penting tentang tata kelola AI.
Sementara peran Damar secara nasional, saat ini ia tergabung dalam Komite Tanggungjawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB) dan sebagai konsultan eksternal untuk Dewan Pengawas Meta. Keahliannya dalam multi pemangku kepentingan bisa menjembatani kepentingan pemerintah, industri teknologi, dan masyarakat sipil.
Pengakuan Internasional
Damar diakui sebagai salah satu dari 100 Penggerak Perubahan Teknologi Global di Seluruh Dunia, menerima penghargaan Anugerah. Ia menerima penghargaan Anugerah Revolusi Mental pada tahun 2023, Penghargaan Anugerah Dewan Pers Indonesia atas komitmennya terhadap kebebasan pers pada tahun 2021, Penghargaan Netizen YNW pada tahun 2018, dan berpartisipasi dalam International Visitor Leadership Program (IVLP) dari Kedutaan Besar AS tentang kebijakan siber dan kebebasan berekspresi daring pada tahun 2018.
Pendidikan dan Kemampuan
Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia dan menempuh pascasarjana di Universitas Indonesia dan Universitas Diponegoro. Ia juga merupakan pembicara di Internet Governance Forum di tingkat internasional dan regional, Rightscon, AI Summit, dan penulis di berbagai media, jurnal, dan buku.
Keahlian
Tata Kelola & Keamanan Kecerdasan Artifisial | Akuntabilitas Platform | Demokrasi Digital & Perlindungan Ruang Sipil | Kebijakan Digital | Negosiasi Multi-pemangku Kepentingan | Advokasi Strategis & Pembangunan Kelembagaan
Keterlibatan Kebijakan Global
Pakar – United National Secretary General
AI Advisory Body (UNSG AIAB)
Konsultan Eksternal – Meta Oversight Board
Konsultan Eksternal – Task Force on Internet Shutdown, Freedom Online Coalition
2018 - International Visitor Leadership Program (IVLP) 2018 on Cyber Policy and Freedom of Expression Online (Kedutaan AS)
2018 - YNW Netizen Award (Marketeers.com)
Pendidikan
Pascasarjana, Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
Pascasarjana, Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia
Sarjana, Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia
Sertifikasi dan Pelatihan
Certified Mediator, Justitia Center, 2025
Foreign Information Manipulation and Interference, Debunk.org (EU), 2025
Investigating Influence using OSINT, Center of Information Resilience and Double Think Lab (Internews), 2023
Online harmful Content Analysis in Times of Elections, UNESCO, 2023
Holistic Security, IREX International, 2021
Deepfakes: Synthetic Media, Witness, 2020
Privacy As Social Goods, Lee Kuan Yew School of Public Policy, 2019
Cyber Policy and Online Freedom of Expression, IVLP, 2018
The Balance Between Online Freedom of Information and Privacy, Safety and Security, Google Indonesia, 2013
The Right to Blog, Article 19 Asia, 2013
Buku/Publikasi
"Internet Shutdown in Indonesia: The New Policy to Control Information Online?" dalam Yatun Sastramidjaja, Sue-Ann Lee et Yew-Foong Hui (eds.), Digital Technologies and Democracy in Southeast Asia, Singapore, ISEAS-Yusof Ishak Institute
"Netizen Indonesia Bagai Katak Dalam Tempurung" dalam Iqbal Aji Darsono, Sapiens di Ujung Tanduk, Jakarta, Bentang Pustaka, 2022
"Memulihkan Mayantara Sebagai Ruang Demokrasi Untuk Indonesia Maju" dalam Sugeng Bahagijo, Sabiq Mubarok, Mugiyanto (eds.), Mata Air Indonesia Maju, Jakarta, Gramedia, 2022
"Kuasa Atas Tubuh Perempuan di Era Digital" dalam Aty Nurbaety, Siti Mazuma (eds.), Cedera Dunia Maya: Cerita Para Penyintas, Jakarta, LBH Apik, 2021
"Diadang Ancaman Keamanan Digital dan Otomatisasi Dunia Kerja" dalam Maulida Sri Handayani (editor), Bergerak Bergerak Berdampak: Hal-Hal Yang Perlu Diantisipasi Kaum Muda Hingga 2030, Jakarta, Narasi, 2020
Jurnal Ilmiah/Artikel
“Pers Independen versus Bias AI”. Diterbitkan 9 Februari 2026 di Tempo
“Supaya AI Tak Mencelakakan Manusia“. Diterbitkan 21 Mei 2025 di Tempo
“Artificial Intelligence dan Hal-hal yang Belum Selesai“. Diterbitkan 20 Januari 2025 di liputan6.com
“Cara Kecerdasan Buatan Mengubah Pemilu”. Diterbitkan 10 Juni 2024 di Tempo
“AI and the 2024 Indonesian election: Are ethical guidelines enough?“ Diterbitkan 30 Januari 2024 di harian The Jakarta Post
The COVID-19 Pandemic and the Evolution of Digital Authoritarianism in Indonesia. Diterbitkan September 2022 oleh Kyoto Review of Southeast Asia, The Center for Southeast Asian Studies di Kyoto University
The Rise of Digital Authoritarianism in Indonesia. Diterbitkan Desember 2020 oleh ASEANFocus, Yusof Ishak Institute Singapore
Mempertimbangkan Internet Dalam Gerakan Demokrasi di Indonesia. Diterbitkan 22 September 2016 oleh P2P LIPI, Indonesia