Daftar topik yang dikarakteristikkan sebagai ilmu semu
Daftar topik yang dikarakteristikkan sebagai ilmu semu
Berikut ini adalah daftar topik, yang pada satu titik atau yang lainnya dalam sejarah mereka, dikarakteristikkan sebagai ilmu semu oleh para akademisi atau peneliti. Diskusi tentang topik-topik tersebut dibahas di laman utama mereka. Karakterisasi tersebut dibuat dalam konteks mendidik masyarakat tentang hal yang dipertanyakan atau klaim dan praktik berbahaya atau berpotensi palsu—upaya-upaya untuk mendefinisikan alam sains, atau parodi-parodi humor dari alasan ilmiah yang rendah. Kritikan terhadap ilmu semu, terutama oleh komunitas ilmiah atau organisasi skeptis, melibatkan kritikan terhadap logika, metodologi, atau dasar retorika dari topik tersebut yang dipertanyakan.[1] Meskipun beberapa topik yang dimasukkan masih diselidiki secara ilmiah, yang lainnya hanya subjek penelitian saintifik pada masa lampau, dan sekarang dianggap ditolak atau dibangkitkan dalam tampilan ilmu semi. Gagasan lainnya yang ditampilkan di sini secara keseluruhan tidak ilmiah, tetapi dalam satu hal atau yang lainnya dimasukkan pada praktik atau ranah ilmiah. Beberapa pengikut atau praktisioner dari topik tersebut yang dimasukkan di sini menyangkal karakteristisasi sebagai ilmu semu. Setiap bagian menjelaskan aspek ilmu semi dari topik tersebut.
Astronot kuno – sebuah konsep yang berdasarkan kepercayaan bahwa makhluk ruang angkasa yang cerdas mengunjungi Bumi dan mengadakan kontak dengan manusia pada zaman prasejarah dan kuno. Para pendukung teori tersebut berpendapat bahwa kontak tersebut memengaruhi perkembangan budaya, teknologi, dan agama modern. Sebuah klaim umumnya kebanyakan adalah dewa-dewi, tetapi tidak semuanya, dari berbagai agama sebenarnya berasal dari ruang angkasa dan bahwa teknologi-teknologi maju yang dibawa ke Bumi oleh astronaut kuno ditafsirkan sebagai bukti keberadaan ilahi oleh manusia-manusia awal.
Carezani, Ricardo (1013). "Neutrinos". Society for the Advancement of Autodynamics. Diakses tanggal 1 February 2016. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid
Pollak, Melissa (13 January 2000). "Chapter 8: Science and Technology: Public Attitudes and Public Understanding". Dalam Bradburn, Norman M.; Lehming, Rolf; Carlson, Lynda; Frasa, Mary J. (ed.). Science and Engineering Indicators. Arlington, VA: National Science Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-08-18. Diakses tanggal 2017-01-09. {{cite book}}: ; ; |ref=harv tidak valid
Shulman, Seth (2006). Undermining science: suppression and distortion in the Bush Administration. Berkeley: University of California Press. hlm. 13. ISBN 0-520-24702-7. True in this latest creationist variant, advocates of so-called intelligent design … use more slick, pseudoscientific language. They talk about things like 'irreducible complexity' … For most members of the mainstream scientific community, ID is not a scientific theory, but a creationist pseudoscience.{{cite book}}: |ref=harv tidak valid