Daftar obelisk di Roma memuat obelisk Mesir kuno, obelisk yang dibuat pada masa Kekaisaran Romawi, serta sejumlah obelisk modern di Roma, Italia. Roma memiliki tiga belas obelisk kuno yang masih berdiri—delapan berasal dari Mesir faraonik dan lima dibuat pada zaman Romawi—jumlah terbanyak di sebuah kota di dunia.[1][2]
Sebagian besar obelisk Mesir dibawa ke Roma setelah penaklukan Romawi atas Mesir. Dalam kebudayaan Mesir kuno, obelisk berkaitan dengan pemujaan matahari dan biasanya ditempatkan berpasangan di depan kuil. Di Roma, monumen-monumen tersebut memperoleh makna baru sebagai lambang kemenangan, kekuasaan kekaisaran, dan penguasaan atas Mesir.[1] Kaisar-kaisar juga memerintahkan pembuatan obelisk baru yang meniru bentuk dan tulisan hieroglif Mesir.
Pengangkutan monolit seberat ratusan ton memerlukan kapal khusus yang dikenal sebagai kapal obelisk, serta derek, penggulung, dan perangkat pengangkat besar. Pada zaman modern awal, beberapa obelisk yang telah roboh dan terkubur ditemukan kembali serta didirikan di ruang-ruang kota oleh para paus, terutama pada masa Paus Sistus V.[3]
Tinggi dalam tabel berikut dibedakan antara tinggi monolit dan, apabila tersedia, tinggi keseluruhan setelah ditambah alas, ornamen, dan salib. Angka dalam sumber dapat berbeda sedikit karena metode pengukuran dan perubahan pada alas.
Obelisk Mesir kuno
Sedikitnya delapan obelisk yang dibuat di Mesir pada zaman faraonik dibawa ke Roma pada masa kekuasaan Romawi dan masih berdiri di kota atau, dalam kasus Obelisk Vatikan, di Kota Vatikan yang merupakan enklave di dalam Roma.[4]
Berasal dari kompleks Kuil Amun di Karnak. Konstantius II membawanya dari Aleksandria ke Roma pada 357 dan mendirikannya di Circus Maximus. Setelah roboh dan terkubur, monumen ditemukan dalam tiga bagian pada 1587 dan didirikan kembali oleh Domenico Fontana atas perintah Sistus V pada 1588. Dengan alas dan salib tingginya sekitar 45,70 m; ini merupakan obelisk Mesir kuno yang masih berdiri tertinggi di dunia.[5]
Sebuah monolit granit merah tanpa hieroglif. Pada masa Augustus didirikan di Forum Iulium di Aleksandria, lalu dipindahkan oleh Caligula sekitar 40 M ke Sirkus Nero. Sistus V memindahkannya ke pusat Lapangan Santo Petrus pada 1586. Obelisk ini merupakan satu-satunya obelisk kuno di Roma yang diketahui tidak pernah roboh sejak zaman Romawi.[6]
Dibuat untuk kuil matahari di Heliopolis. Augustus membawanya ke Roma bersama Obelisk Montecitorio pada 10 SM dan menempatkannya di Circus Maximus. Setelah ditemukan kembali, Sistus V mendirikannya di Piazza del Popolo pada 1589. Penataan air mancur singa di sekeliling alas dilakukan dalam perubahan tata ruang pada abad ke-19.[7]
Obelisk Montecitorio (Obelisco di Montecitorio, Obelisco Campense, atau Solare)
Berasal dari Heliopolis dan dibawa Augustus ke Roma pada 10 SM. Monumen digunakan sebagai penunjuk bayangan dalam kompleks yang berkaitan dengan Solarium Augusti di Campus Martius. Setelah roboh, ditemukan kembali dan didirikan di depan Palazzo Montecitorio pada 1792 di bawah Paus Pius VI. Tinggi keseluruhan dengan alas sekitar 33,97 m.[8]
Pada mulanya berdiri di Heliopolis dan kemudian dibawa ke Roma untuk menghiasi kompleks Iseum Campense, kuil Isis dan Serapis. Ditemukan kembali pada akhir abad ke-14 di dekat San Macuto dan pada 1711 dipindahkan ke depan Pantheon di atas air mancur yang diadaptasi pada masa Paus Klemens XI.[9]
Obelisk Minerva (Obelisco della Minerva atau Minerveo)
Obelisk Dinasti ke-26 yang dahulu berada di lingkungan Iseum Campense. Ditemukan kembali pada abad ke-17 dan pada 1667 ditempatkan di atas patung gajah rancangan Gian Lorenzo Bernini, yang dikerjakan oleh Ercole Ferrata. Dengan alas dan salib tingginya sekitar 12 m.[10]
Obelisk Dogali
Ramses II
Via delle Terme di Diocleziano
fragmen asli; tinggi keseluruhan kini lebih dari 9 m
Kembaran sebuah obelisk yang sekarang berada di Taman Boboli, Firenze. Keduanya berasal dari Heliopolis dan kemudian menghiasi kuil Isis di Roma. Fragmen Dogali ditemukan kembali secara bertahap dan seluruh monolit berhasil diidentifikasi pada 1883. Pada 1887 didirikan sebagai monumen bagi tentara Italia yang tewas dalam Pertempuran Dogali; dipindahkan ke lokasi sekarang pada 1924.[11]
Kembaran Obelisk Macuteo dari Heliopolis. Setelah dibawa ke Iseum Campense, obelisk ditemukan pada Abad Pertengahan dan pernah berdiri di sekitar Bukit Capitoline. Fragmen-fragmennya kemudian dipindahkan ke Villa Celimontana dan didirikan kembali pada 1820; bagian yang tampak sekarang mencakup tambahan modern pada monolit kuno.
Obelisk Lateran dan program Circus Maximus
Dua obelisk terbesar yang pernah berdiri di Circus Maximus berasal dari masa yang berbeda. Augustus membawa Obelisk Flaminio dari Heliopolis pada 10 SM, sedangkan Konstantius II mendirikan Obelisk Lateran di sirkus pada 357 M.[7][5] Penempatan monumen Mesir di arena terbesar Roma menghubungkan kekuasaan kekaisaran dengan kemenangan, kosmologi matahari, dan tontonan publik.
Obelisk Lateran semula mempunyai berat sekitar 455 ton menurut keterangan modern Roma Capitale. Monumen itu dibuat pada masa Thutmosis III dan diselesaikan pada masa cucunya Thutmosis IV. Konstantinus Agung bermaksud memindahkannya, tetapi proyek baru selesai setelah kematiannya ketika Konstantius II membawanya ke Roma.[5][4]
Obelisk Augustus di Campus Martius
Obelisk Psamtik II di Montecitorio merupakan salah satu monumen utama program monumental Augustus di Campus Martius. Sebuah prasasti Latin pada alasnya memperingati penaklukan Mesir dan persembahan monumen kepada matahari.[8]
Hubungan tepat antara obelisk, garis-garis penanda waktu, dan Ara Pacis telah menjadi perdebatan arkeologis. Istilah Solarium Augusti sering dipakai bagi perangkat penunjuk waktu yang menggunakan obelisk sebagai gnomon, tetapi rekonstruksi mengenai ukuran serta cara kerjanya berubah seiring penelitian arkeologi.[12]
Obelisk buatan zaman Romawi
Sedikitnya lima obelisk kuno di Roma dibuat pada masa Kekaisaran Romawi, baik di Mesir atas pesanan penguasa Romawi maupun sebagai tiruan terhadap monumen Mesir. Beberapa diberi hieroglif bergaya Mesir meskipun teksnya dibuat pada masa Romawi.[1]
Nama
Lokasi sekarang
Tinggi monolit
Pembuatan dan sejarah
Obelisk Agonalis (Obelisco Agonale atau Pamphilius)
Sebuah obelisk tanpa tulisan yang dahulu berdiri berpasangan dengan Obelisk Esquiline di depan Mausoleum Augustus. Setelah ditemukan kembali, Pius VI mendirikannya di antara patung Dioscuri di Piazza del Quirinale pada akhir abad ke-18.[14]
Obelisk Esquiline (Obelisco Esquilino atau Liberiano)
Piazza dell'Esquilino
14,75 m
Kembaran Obelisk Quirinal yang dahulu mengapit Mausoleum Augustus. Asal pasti monolit tanpa tulisan ini tidak sepenuhnya pasti; lazim diklasifikasikan sebagai karya zaman Romawi yang meniru obelisk Mesir. Didirikan di belakang Basilika Santa Maria Maggiore pada 1587 di bawah Sistus V.[15]
Obelisk Sallustian (Obelisco Sallustiano)
Piazza della Trinità dei Monti
13,91 m
Dibuat pada masa kekaisaran, kemungkinan abad ke-2 atau ke-3 M, untuk Horti Sallustiani. Hieroglifnya meniru tulisan Obelisk Flaminio, termasuk sejumlah tanda yang disalin secara tidak tepat. Monumen didirikan di atas Tangga Spanyol pada masa Pius VI; sumber modern berbeda mengenai tahun penyelesaian antara 1787 dan 1789.[16]
Obelisk Pincian (Obelisco del Pincio, Antinoo, atau Aureliano)
Dibuat atas perintah Hadrianus untuk mengenang Antinous dan pada mulanya dikaitkan dengan kompleks makamnya di Tivoli. Elagabalus kemudian memindahkannya ke Roma untuk menghiasi Circus Varianus. Setelah beberapa kali berpindah tempat pada zaman modern, Paus Pius VII mendirikannya di Pincio pada 1822.[1]
Mausoleum Augustus
Obelisk Esquiline dan Quirinal dahulu berdiri sebagai pasangan di depan Mausoleum Augustus. Keduanya tidak mempunyai tulisan hieroglif. Asal dan tanggal pembuatan persisnya tidak diketahui dengan kepastian penuh, sehingga sejumlah sumber modern menyebutnya kemungkinan dibuat pada masa Romawi sebagai imitasi obelisk Mesir.[15][14]
Pemindahan kedua monolit pada zaman kepausan memisahkan pasangan tersebut: Obelisk Esquiline didirikan di dekat Santa Maria Maggiore pada 1587, sedangkan Obelisk Quirinal ditempatkan di Piazza del Quirinale pada masa Pius VI.[15][14]
Domitianus dan kebangkitan gaya Mesir
Pada masa Domitianus, citra Mesir kembali digunakan secara luas dalam arsitektur kekaisaran. Obelisk Agonalis memiliki tulisan hieroglif yang dibuat pada masa Romawi dan memuliakan Domitianus sebagai penguasa dengan gelar bergaya firaun. Obelisk kemudian mengalami beberapa pemindahan sebelum menjadi pusat komposisi Barok Bernini di Piazza Navona.
Obelisk Sallustian juga menggunakan hieroglif yang meniru teks Mesir lama. Kesalahan dan pembalikan beberapa tanda menunjukkan bahwa pembuatnya menyalin bentuk visual tulisan tanpa selalu menguasai bahasa Mesir sebagaimana ahli tulis faraonik.[16]
Penemuan kembali dan program urban kepausan
Banyak obelisk roboh pada akhir zaman kuno dan kemudian terkubur. Sejak Renaisans, para paus menjadikan pemulihan monumen kuno sebagai bagian dari pembentukan kembali ruang kota Roma. Program paling berpengaruh dilakukan oleh Sistus V pada 1585–1590.
Arsitek Domenico Fontana memimpin pemindahan Obelisk Vatikan pada 1586. Operasi itu menggunakan menara kayu, tali, katrol, dan tenaga ratusan pekerja serta hewan. Keberhasilan tersebut menjadi model bagi pendirian kembali beberapa monolit berikutnya.[6]
Sistus V kemudian mendirikan Obelisk Esquiline pada 1587, Lateran pada 1588, dan Flaminio pada 1589. Penempatan di depan basilika, pada persimpangan jalan, dan di gerbang utama mengubah obelisk dari simbol kekaisaran pagan menjadi penanda topografi kota Kristen.[1]
Pada abad ke-17 dan ke-18, program dilanjutkan oleh paus lain. Obelisk Minerva ditempatkan di atas gajah Bernini, Obelisk Macuteo di depan Pantheon, dan Pius VI mendirikan kembali sejumlah monolit termasuk Quirinal, Sallustian, serta Montecitorio.
Obelisk modern
Roma juga memiliki sejumlah obelisk modern yang tidak berasal dari zaman kuno.
Nama atau lokasi
Tahun
Bahan / tinggi
Keterangan
Obelisk Villa Medici
abad ke-19
—
Salinan modern dari obelisk kuno yang pernah berada di taman Villa Medici. Obelisk aslinya dipindahkan ke Firenze dan kini berada di Taman Boboli.
Dirancang Costantino Costantini dan didedikasikan kepada Benito Mussolini. Monolit diangkut dari Carrara dengan operasi teknik berskala besar dan diresmikan pada 4 November 1932 di Foro Mussolini, sekarang Foro Italico. Tulisan besar MUSSOLINI DVX masih terdapat pada sisinya.[17]
Obelisk Marconi
1959
Beton bertulang berlapis marmer; sekitar 45 m
Terletak di Piazzale Guglielmo Marconi di distrik EUR. Monumen dipersembahkan kepada Guglielmo Marconi dan dihiasi panel relief yang menggambarkan perkembangan komunikasi, kegiatan ilmiah Marconi, dan tema alegoris. Diselesaikan menjelang Olimpiade Musim Panas 1960.
Obelisk modern berbeda dari obelisk kuno tidak hanya dalam tanggal, tetapi juga dalam konstruksi. Beberapa merupakan monolit batu, sementara Obelisk Marconi adalah struktur modern berlapis panel relief dan tidak dibuat menurut teknik monolit Mesir kuno.
Roma pernah memiliki sebuah monumen kuno dari Etiopia yang lazim disebut Obelisk Aksum, meskipun secara arkeologis lebih tepat disebut stela Aksum. Monumen setinggi sekitar 24 meter dan berbobot sekitar 150–160 ton tersebut berasal dari peradaban Kerajaan Aksum sekitar abad ke-4 M.[18]
Pasukan Italia mengambil stela tersebut dari Aksum pada 1937 pada masa pendudukan Italia di Etiopia dan mendirikannya di Piazza di Porta Capena, Roma. Pengembalian monumen telah menjadi bagian perjanjian antara Italia dan Etiopia setelah Perang Dunia II, tetapi baru dilaksanakan pada abad ke-21.
Monumen dibongkar menjadi tiga bagian dan dikembalikan dengan pesawat ke Etiopia pada April 2005.[19] UNESCO kemudian memimpin proyek pemasangan kembali. Bagian terakhir ditempatkan kembali pada 31 Juli 2008, sehingga stela berdiri lagi di situs aslinya di Aksum.[20] Karena telah dikembalikan, monumen ini tidak dihitung dalam tiga belas obelisk kuno yang sekarang berada di Roma.
Lokasi kuno dan lokasi sekarang
Beberapa obelisk mengalami lebih dari satu pemindahan sejak zaman Mesir hingga masa modern.
Obelisk di Roma mempunyai lapisan makna yang berubah selama lebih dari dua milenium. Bagi pembuat Mesirnya, monumen tersebut berhubungan dengan matahari, kekuasaan firaun, dan kuil. Setelah dipindahkan ke Roma, obelisk menjadi simbol penaklukan serta kemampuan teknik kekaisaran. Augustus menggunakan obelisk untuk memperingati penguasaan Mesir, sedangkan kaisar-kaisar berikutnya menghubungkannya dengan sirkus, makam, dan kuil.[1]
Pada zaman kepausan, salib, lambang paus, prasasti Latin, dan penempatan baru mengubah pembacaan monumen. Obelisk digunakan untuk menandai basilika dan poros jalan dalam tata kota Roma Barok. Pada abad ke-19 dan ke-20, bentuk yang sama kembali digunakan untuk monumen nasionalis, militer, dan ilmiah.
Dengan demikian, kelompok obelisk Roma tidak hanya merupakan koleksi barang antik Mesir. Keseluruhannya merekam hubungan politik dan budaya antara Mesir, kekaisaran Romawi, kepausan, negara Italia modern, serta perkembangan perencanaan kota Roma.
↑Wirsching, Armin (2000). "How the Obelisks Reached Rome: Evidence of Roman Double-Ships". The International Journal of Nautical Archaeology. 29 (2): 273–283. doi:10.1111/j.1095-9270.2000.tb01456.x.
↑"Obelisco di Dogali". Turismo Roma (dalam bahasa Inggris). Roma Capitale. Diakses tanggal 8 Agustus 2026.
↑Heslin, Peter (2015). The Museum of Augustus: The Temple of Apollo in Pompeii, the Portico of Philippus in Rome, and Latin Poetry. J. Paul Getty Museum. hlm.174–181. ISBN9781606064214.
↑"Agonale Obelisk". Turismo Roma (dalam bahasa Inggris). Roma Capitale. Diakses tanggal 8 Agustus 2026.
123"Quirinal Obelisk". Turismo Roma (dalam bahasa Inggris). Roma Capitale. Diakses tanggal 8 Agustus 2026.
123"Esquiline Obelisk". Turismo Roma (dalam bahasa Inggris). Roma Capitale. Diakses tanggal 8 Agustus 2026.
12"Sallustian Obelisk". Turismo Roma (dalam bahasa Inggris). Roma Capitale. Diakses tanggal 8 Agustus 2026.
↑"Obelisco Mussolini". Turismo Roma (dalam bahasa Inggris). Roma Capitale. Diakses tanggal 8 Agustus 2026.
D'Onofrio, Cesare (1967). Gli obelischi di Roma (dalam bahasa Italia). Roma: Bulzoni.
Habachi, Labib (1977). The Obelisks of Egypt: Skyscrapers of the Past. New York: Charles Scribner's Sons. ISBN9780684147130.
Wirsching, Armin (2000). "How the Obelisks Reached Rome: Evidence of Roman Double-Ships". The International Journal of Nautical Archaeology. 29 (2): 273–283. doi:10.1111/j.1095-9270.2000.tb01456.x.
Wirsching, Armin (2003). "Supplementary Remarks on the Roman Obelisk-Ships". The International Journal of Nautical Archaeology. 32 (1): 121–123. doi:10.1111/j.1095-9270.2003.tb01438.x.