Berikut adalah daftar frasa pikat politik, yaitu pernyataan-pernyataan terkenal yang pernah dilontarkan berbagai tokoh politik. Ini tidak sama dengan slogan politik.
Amerika Serikat
Tanda "Make America Great Again!" milik Trump digunakan selama kampanye presiden 2024 sebelum Trump memilih JD Vance sebagai calon wakil presidennya
"Ganyang Malaysia!"—Slogan anti neo-kolonial Soekarno yang populer dan masih menjadi kebijakan terkenal di kalangan rakyat Indonesia untuk menganeksasi negara boneka Britania, Malaysia, terutama pada masa-masa konflik Malaysia-Indonesia.
"Marhaeni" dan "Marhaenisme"—Ideologi Soekarno yang menentang penindasan manusia atas manusia.
"I henceforth proclaim Trikora."—Soekarno saat berpidato di PBB dan menjadi slogan yang umum dilontarkan ketika membicarakan masalah-masalah kebangsaan.
Veni, vidi, vici / "Aku datang, aku lihat, aku menang"—Ditulis oleh Julius Caesar pada tahun 47 SM sebagai komentar terhadap perang singkat yang dialaminya melawan Pharnaces II dari Pontus di kota Zela.
Republik Rakyat Tiongkok
"我这里准备了一百口棺材,九十九口留给贪官,一口留给自己!" / "Aku telah menyiapkan 100 peti mati. 99 untuk pejabat yang korup dan 1 untuk diriku sendiri."—Zhu Rongji, Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok 1998–2003.[17]
"不管白猫黑猫,逮住老鼠就是好猫。" / "Tidak penting apakah dia kucing putih atau hitam; selama dia masih bisa menangkap tikus, dia kucing yang hebat."—Deng Xiaoping berbicara tentang liberalisasi ekonomi.[18]
"全心全意为人民服务"/"Layani Rakyat"—Frasa politik Mao Zedong yang kemudian dipopulerkan oleh gerakan Maoisme seluruh dunia.
Vatikan
"Kebodohan juga merupakan anugerah Tuhan, namun tidak boleh disalahgunakan."—Paus Yohanes Paulus II.