Hari Raya Hindu di Bali merupakan perayaan keagamaan yang dilaksanakan oleh umat Hindu di Pulau Bali, Indonesia. Perayaan ini mengikuti kalender Bali yang berbasis pada sistem Pawukon, yang terdiri dari siklus 210 hari. Setiap hari raya memiliki makna spiritual dan budaya yang mendalam, serta diwarnai dengan berbagai upacara dan tradisi khas Bali.[1]
Hari Raya Suci Tahun Baru Saka, ditandai dengan hari hening dan tanpa aktivitas.
Galungan
23 April
Merayakan kemenangan dharma atas adharma, dengan penjor sebagai simbol persembahan.
Kuningan
3 Mei
Hari penutupan rangkaian Galungan; penghormatan kepada leluhur yang kembali ke kahyangan.
Tumpek Wayang
18 Januari
Upacara penghormatan terhadap seni pertunjukan wayang dan gamelan.
Tumpek Landep
25 Januari
Pemujaan terhadap alat-alat tajam dan senjata sebagai simbol kekuatan dan perlindungan.
Tumpek Kandang
1 Februari
Penghormatan terhadap hewan ternak yang membantu kehidupan petani.
Tumpek Uduh
8 Februari
Pemujaan terhadap tumbuhan dan hasil bumi, bentuk syukur atas berkah alam.
Kajeng Keliwon
18 Januari
Hari suci untuk pembersihan spiritual dan menjaga keharmonisan jagat.
Penjelasan Hari Raya Utama
1. Nyepi
Nyepi adalah Hari Raya Suci Tahun Baru Saka yang dirayakan dengan penuh kesunyian. Selama 24 jam, umat Hindu di Bali melakukan tapa brata penyepian, yaitu berdiam diri, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak menyalakan api sebagai bentuk introspeksi diri. Sebelum Nyepi, dilakukan upacara Melasti sebagai pembersihan diri dan alam semesta.
2. Galungan dan Kuningan
Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali, jatuh pada hari Rabu Keliwon Dunggulan. Perayaan ini menandai kemenangan dharma atas adharma, dengan penjor sebagai simbol persembahan kepada Tuhan. Sepuluh hari setelah Galungan, umat merayakan Kuningan sebagai penutupan dari perayaan tersebut, di mana diyakini roh leluhur kembali ke kahyangan.[3]
3. Tumpek
Tumpek adalah serangkaian upacara yang dilakukan setiap enam bulan sekali, dengan tujuan untuk menghormati berbagai aspek kehidupan:
Tumpek Wayang: Untuk menghormati seni pertunjukan wayang dan gamelan.
Tumpek Landep: Pemujaan terhadap alat-alat tajam dan senjata.
Tumpek Kandang: Upacara untuk menghormati hewan ternak.
Tumpek Uduh: Pemujaan terhadap tanaman dan hasil bumi.
4. Kajeng Keliwon
Kajeng Keliwon adalah hari untuk membersihkan diri secara spiritual dan menjaga keseimbangan alam. Umat Hindu melakukan persembahyangan dan meditasi untuk mencapai kesucian batin.