Daan lahir dengan nama Danial Anwar di Batavia dari keluarga yang berasal dari Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat. Ia bersama Abdul Rachman Zakir berjuang di daerah Senen pada masa perjuangan kemerdekaan (November 1945). Mereka berdua memimpin API (Angkatan Pemuda Indonesia) berperang melawan tentara Belanda (NICA). Dalam suatu peristiwa mereka tertangkap di jalan Kramat Raya oleh satu peleton pasukan KNIL di bawah komando seorang Letnan Belanda. Mereka lalu dieksekusi mati. Rekannya, Abdul Rachman Zakir yang lebih banyak kena tembakan kemudian gugur di rumah sakit, sedangkan Daan Anwar berhasil selamat setelah 48 jam dalam perawatan dokter-dokter bedah Sutan Assin, Harahap, Pohan dan Jamaluddin, tetapi ia kehilangan sebelah matanya.[1][2]
Berdasarkan perintah Panglima No 1447/IV/SLW/1950 dan Order PM I Jawa Barat No. 006 menunjuk Komandan KMK Jatinegara Kapten Inf. Daan Anwar sebagai formatur pendirian Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning dengan materi dari kompi pengawal sebanyak 7 kompi.
Ia kemudian terjun ke dunia usaha sejak tahun 1971, dan sempat mengomandoi empat buah perusahaan. Dalam organisasi, Daan juga dipercayai memangku jabatan Wakil Ketua Masyarakat Timber Indonesia, Ketua Asosiasi Industri Formalin dan Thermosetting Adhesive, dan lainnya.[1]
Meninggal dunia
Ia meninggal dunia di Jakarta dalam usia 73 tahun, karena sakit yang dideritanya. Ia meninggalkan satu orang istri, satu anak dan satu orang cucu. Pemakaman jenazahnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan Inspektur Upacara Mayjen TNI Luthfi Banser dihadiri antara lain oleh Emil Salim dan Letjen (Purn) TNI Rais Abin , Jenderal TNI (Purn) Surono Reksodimedjo , Jenderal TNI (Purn) Poniman , Jenderal TNI (Purn) Makmun Murod ,Mayjen (Purn) Saiful Sulun .[1]
Pendidikan
United States Army Command and General Staff College (CGSC) di Fort Leavenworth (1964)[3]