Pondok Pesantren Darud Da'wah wal Irsyad Mangkoso, disingkat Ponpes DDI Mangkoso, adalah pondok pesantren yang terletak di Mangkoso, Barru. Lembaga pendidikan Islam ini merupakan bagian dari jaringan pesantren yang berafiliasi kepada Darud Da'wah wal Irsyad.
Sejarah
Pada 1938, arung (raja) Soppeng Riaja, H. Muhammad Yusuf Andi Dagong, meminta kepada A.G.H. Abdurrahman Ambo Dalle untuk membuka angngajing (pengajian) di Mangkoso. A.G.H. Ambo Dalle pada masa itu menjadi murid A.G.H. Muhammad As'ad al-Bugisi sekaligus pengajar di Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI) Sengkang yang kini dikenal sebagai Pondok Pesantren As'adiyah. Setelah beberapa kali didesak penguasa Soppeng Riaja, A.G.H. As'ad al-Bugisi akhirnya mengizinkan A.G.H. Ambo Dalle untuk hijrah ke Mangkoso pada 1938.[1] Sekolah agama akhirnya didirikan di Mangkoso pada 21 Desember 1938 dengan nama Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI) Mangkoso.[2]
Pendirian MAI Mangkoso diikuti dengan pembukaan MAI lain di Sulawesi bagian selatan. Untuk menyatukan MAI-MAI tersebut, A.G.H. Ambo Dalle beserta para ulama dan petinggi MAI mendirikan Darud Da'wah wal Irsyad (DDI) pada 17 Februari 1947.[3] MAI Mangkoso kemudian berganti nama menjadi Pondok Pesantren Darud Da'wah wal Irsyad Mangkoso.[1]
A.G.H. Muhammad Amberi Said Dg. Palallo (1950-1984)
A.G.H. Muhammad Faried Wajdi (1984-kini)
Pendidikan
Pendidikan di Ponpes DDI Mangkoso terbagi kepada tiga tingkat, yakni ula (setingkat MI), wustha (setingkat MTs), dan ulya (setingkat MA).[4] Pada tingkat ma'had aly terdapat Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Da'wah wal Irsyad (STAI DDI) yang berdiri sejak 1964.[5]
Kurikulum yang diterapkan di pondok pesantren ini merupakan gabungan antara kurikulum yang disusun oleh Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dengan kurikulum asli pesantren. Mata pelajaran yang diajarkan mencakup mata pelajaran dari kitab-kitab kuning ditambah dengan mata pelajaran umum seperti Matematika, IPA, dan IPS.[6]
Sejak 1944, Pondok Pesantren DDI Mangkoso menerapkan pemisahan madrasah antara laki-laki dengan perempuan.[1]