County Orange adalah sebuah County yang terletak di wilayah Piedmont di negara bagian Carolina Utara, Amerika Serikat. Berdasarkan sensus tahun 2020, wilayah ini memiliki populasi sebanyak 148.696 jiwa.[2] Pusat pemerintahan County ini berada di Hillsborough.[3] County Orange merupakan bagian dari Durham–Chapel Hill, NC Wilayah Statistik Metropolitan, yang juga termasuk dalam Raleigh–Durham–Cary, NC Wilayah Statistik Gabungan, dengan perkiraan populasi mencapai 2.368.947 jiwa pada tahun 2023.[4]
Sejarah
County Orange dibentuk pada tahun 1752 dari bagian wilayah County Bladen, Granville, dan Johnston. Meskipun tidak ditemukan catatan yang masih tersisa mengenai asal nama kabupaten ini, kemungkinan nama tersebut diambil dari William V dari Orange yang saat itu masih bayi—ibunya, Anne, putri Raja George II dari Britania Raya, menjabat sebagai wali (regent) Republik Belanda atau berasal dari William dari Orange, yang kemudian menjadi William III dari Inggris setelah penggulingan James II dalam Glorious Revolution.[5]
Pada tahun 1771, wilayah County Orange mengalami pengurangan luas yang sangat signifikan. Bagian baratnya digabung dengan bagian timur County Rowan untuk membentuk County Guilford. Bagian lain digabungkan dengan sebagian wilayah Kabupaten Cumberland dan Johnston untuk membentuk County Wake. Sementara itu, bagian selatan dari wilayah yang tersisa kemudian menjadi CountyChatham.
Sebagian pemukim awal di county ini adalah para Quaker Inggris yang menetap di sepanjang Sungai Haw dan Sungai Eno.[6] Di antara para pemukim paling awal diyakini adalah keluarga Andrews, yang kemudian menikah dan berafiliasi dengan keluarga Lloyd.
Abad ke-19
Pendeta Robert dan Margaret Anna Burwell[7] mendirikan dan mengelola sekolah khusus anak perempuan bernama Sekolah Burwell dari tahun 1837 hingga 1857 di rumah mereka di Jalan Churton di Hillsborough. Keluarga para pemilik perkebunan membayar untuk menyekolahkan putri-putri mereka di lembaga pendidikan tersebut.
Ketika Perang Saudara Amerika dimulai, Hillsborough pada awalnya enggan mendukung pemisahan diri. Namun demikian, banyak warga yang kemudian berangkat untuk berperang di pihak Konfederasi. Selama perang, Gubernur Carolina Utara, David Lowry Swain, berhasil membujuk Presiden Konfederasi, Jefferson Davis, untuk membebaskan sebagian mahasiswa Universitas Carolina Utara (UNC) dari wajib militer. Karena itu, universitas tersebut menjadi salah satu dari sedikit institusi di wilayah Konfederasi yang tetap dapat beroperasi.[8]
Meskipun demikian, Chapel Hill mengalami kehilangan populasi lebih besar dibandingkan desa mana pun di wilayah Selatan selama perang berlangsung. Ketika jumlah mahasiswa tidak pulih dengan cukup cepat, universitas tersebut akhirnya ditutup sementara selama masa Rekonstruksi, yaitu mulai 1 Desember 1870 hingga 6 September 1875.[8]