Wigwigan lahir pada 26 Mei 1942, di Sabangan, Provinsi Pegunungan.[2] Ia masuk Seminari Minor Santo Fransiskus Xaverius di Baguio dan merampungkan pendidikan di SMA Putra St. Louis pada 1959.[4] Ia kemudian masuk Seminari San Carlos dan ia belajar filsafat dan teologi.[1] Ia menjalani pendidikan lanjutan di Institut Pastoral Asia Timur, Kota Quezon dari 1971 sampai 1972.[4]
Imamat
Ia ditahbiskan menjadi imam pada 26 Desember 1966.[2] Ia memulai pelayanannnya sebagai asisten pastor di Misi Katolik Pudtol, Kalinga-Apayao dari 1967 sampai 1968. Dari 1969 sampai 1971, ia menjabat sebagai rektor Misi Katolik di Flora, Kalinga-Apayao. Ia menjadi asisten pastor di Gereja St. Vincent, Kota Baguio, dari 1972 sampai 1973, kemudian rektor Seminari Santo Fransiskus Xaverius dari 1974 sampai 1976.[1]
Pelayanan episkopal
Pada 15 April 2004, Paus Yohanes Paulus II mengangkat Wigwigan sebagai Vikaris Apostolik Bontoc-Lagawe menggantikan Uskup Francisco F. Claver, S.J. dan menempatkannya pada takhta tituler Vagrauta.[1][2][3][5] Ia ditahbiskan dan ditugaskan pada 14 Juli 2004, di Katedral Sta. Rita, Bontoc oleh Uskup Agung Antonio Franco.[6] Ia bertugas di Vikariat tersebut sampai kematiannya pada 15 Mei 2005.[7]