Restorasi Bourbon dan kehidupan akhir
Setelah kekalahan Napoleon pada April 1814, Victor-Perrin bersumpah setia kepada Wangsa Bourbon. Ia dianugerahi Chevalier de Saint-Louis oleh Louis XVIII dari Prancis dan pada Desember 1814 dibuat menjadi panglima divisi militer ke-2. Pada 1815, setelah Napoleon kabur dari Elba dan mendarat di Prancis, Victor-Perrin mengawal raja sampai ke Gent.
Setelah kekalahan Napoleon di Waterloo, Victor dan Louis XVIII kembali ke Paris dan dianugerahi sebagai bangsawan Prancis dan mayor jenderal Pasukan Penjaga. Pada bulan Oktober, ia diangkat menjadi ketua komisi yang menyelidiki perilaku para perwira yang bergabung dengan Napoleon selama Seratus Hari. Sebagai anggota Dewan Bangsawan, ia memberikan suara mendukung hukuman mati bagi Marsekal Michel Ney, sebuah suara yang sangat ia sesali, dan Victor menjadikan hari eksekusi Ney (7 Desember) sebagai hari penebusan dosa hingga akhir hayatnya.[2]