Clara Henriette Hasse (1880 – 10 Oktober 1926) adalah seorang ahli botani asal Amerika yang penelitiannya fokus pada patologi tumbuhan. Ia dikenal karena berhasil mengidentifikasi penyebab sitruncanker, yang mengancam hasil pertanian di wilayah Deep South.[1]
Biografi
Hasse menempuh pendidikan di University of Michigan. Selama di universitas tersebut, ia diangkat menjadi asisten di bidang botani pada tahun 1902.[2] Hasse juga merupakan anggota pendiri Women's Research Club di University of Michigan, mengingat pada waktu itu wanita tidak diperbolehkan bergabung dalam Research Club.[3] Setelah menyelesaikan pendidikan di University of Michigan pada tahun 1903 dengan gelar PhB,[4][5] Hasse pindah ke Washington D.C. untuk menjabat sebagai asisten hortikulturis dan ahli botani di Bureau of Plant Industry, Departemen Pertanian Amerika Serikat, di bawah Erwin Frink Smith, seorang ahli patologi di USDA.[4] Hasse merupakan salah satu dari dua puluh asisten yang direkrut oleh Smith selama masa jabatannya di USDA. Ia kemudian bekerja di Florida Agricultural Experiment Station.[6] Hasse meninggal di rumahnya di Muskegon, Michigan, pada usia 46 tahun.[7]
Riset
Makalahnya yang berjudul "Pseudomonas citri, the cause of Citrus canker", yang diterbitkan di Journal of Agricultural Research pada tahun 1915, merupakan publikasi pertama yang mengidentifikasi penyebab kanker sitrus. Sebelumnya, kanker sitrus dipercaya berasal dari jamur, tetapi Hasse menemukan bahwa penyebabnya adalah bakteri.[8] Hasse berhasil mengisolasi bakteri tersebut, yang kini dikenal sebagai Xanthomonas axonopodis pv. citri.[9][10] Penelitiannya kemudian dimasukkan dalam buletin Departemen Pertanian untuk mengindeks penyakit tanaman ekonomi.[11]
Thomas Swann Harding memberikan kredit kepada penelitian ini yang menghasilkan metode pengendalian yang mencegah penyakit ini menghancurkan tanaman sitrus di Florida, Alabama, Mississippi, dan Texas.[12]
12Rossiter, Margaret W. (September 1980). ""Women's Work" in Science, 1880-1910". Isis. 71 (3). The University of Chicago Press on behalf of The History of Science Society: 381–398. doi:10.1086/352540. JSTOR230118. S2CID143706974.