Rani lahir dan besar di Ketapang, Kalimantan Barat dari seorang ibu yang berdarah Dayak dan ayah berdarah Tionghoa. Rani pindah ke Jakarta untuk berkuliah di Universitas Pancasila. Dia adalah seorang pengusaha kecantikan muda yang juga bekerja dengan lembaga swadaya masyarakat miliknya sendiri yang disebut Pelopor Hijau, Organisasi Duta Lingkungan dan Ahli Lingkungan di Indonesia.[3][4] Rani berhasil mengajak para siswa di pedesaan di seluruh pulau Kalimantan untuk memahami kepedulian menanam pohon dan memanfaatkan segala sesuatu yang ada di lingkungan dengan sebaik-baiknya.[5][6] Ia juga pernah bekerja sebagai sukarelawan untuk mempromosikan pengelolaan ramah lingkungan untuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, di mana ia terpilih sebagai duta.[7] Ia menerima gelar sarjana bidang komunikasi dari Universitas Pancasila, Jakarta, lulus dengan predikat (summa cum laude).[8]
Kariernya dalam kontes kecantikan dimulai pada tahun 2017, saat ia mengikuti kontes kecantikan Puteri Batik Nusantara 2017 pada saat ia usia 20 tahun, mewakili provinsi asalnya Kalimantan Barat. Ia memenangkan gelar Puteri Batik Nusantara 2017 dan penghargaan Miss Congeniality pada malam final kontes yang diadakan di Jakarta.[9][10]