Bangunan tersebut awalnya merupakan mausoleum bagi leluhur dinasti Karkiya, Seyyed Karkiya, yang meninggal pada 1250, dan sebuah makam didirikan untuknya segera setelah ia meninggal. Setelah penguasa Karkiyah Ali-Kiya meninggal, ia juga dimakamkan di mausoleum tersebut di samping Seyyed Karkiya. Kemudian putranya, Reza-Kiya, dimakamkan di sana di sampingnya, dan setelah itu saudaranya, Razi-Kiya, juga dimakamkan di tempat yang sama.
Penguasa Karkiyah Hady-Kiya membantu memperluas dan merenovasi mausoleum tempat saudara-saudaranya dimakamkan tersebut. Pada era Safawi (sebelum pemerintahan Shah Abbas), mausoleum itu dibangun dan diperluas lebih lanjut. Pada suatu masa di era Qajar, mausoleum tersebut direnovasi dan dihiasi dengan ubin.[1][2]
Arsitektur
Bangunan utama Chahar Padshahan berbentuk persegi panjang dengan empat ruangan serta sebuah serambi yang menghadap ke arah utara. Bangunan ini memiliki dua pintu masuk utama, sementara bangunan inti mausoleum terletak di sisi selatan halaman. Pintu-pintu masuknya terbuat dari kayu yang dipoles. Bangunan ini dihiasi ubin secara luas, dengan dekorasi ubin yang berasal dari era Qajar.
Para penguasa Karkiyah dimakamkan di sebuah ruangan pusat. Di ruangan tersebut, makam-makam mereka dikelilingi oleh zarih kayu. Ruangan yang lebih besar di sebelah ruang makam digunakan sebagai aula salat untuk masjid.[1][3]
Galeri
Salah satu lorong masjid
Di dalam mausoleum para penguasa Karkiyid
Lukisan para penguasa Karkiyid di bagian atas pintu masuk makam.
Sebuah pintu yang menuju ke ruang makam di mausoleum.
Pemberitahuan pelanggaran hak cipta, yang disusun secara terhormat.
Pemandangan dari serambi bangunan utama, memperlihatkan Masjid Jameh Lahijan di seberang jalan.