Cerpelai kecil memiliki variasi ukuran yang besar di sepanjang persebaranya. Tubuhnya panjang dan ramping, sementara kaki dan ekornya relatif pendek. Warnanya berbeda secara geografis, begitu juga jenis bulu dan panjang ekornya. Sisis dorsal, panggul, kaki dan ekor hewan ini biasanya berwarna cokelat sementara perutnya putih. Garis yang memisahkan kedua warna tersebut biasanya lurus. Pada ketinggian tinggi dan di bagian utara sebarannya, warna bulunya berubah menjaid sepenuhnya putih pada musim dingin.
Hewan pengerat kecil mencakup bagian terbesar dari diet cerpelai kecil. Selain itu, hewan ini juga memakan kelinci, mamalia lainnya, dan terkadang burung beserta telurnya, ikan dan katak. Jantan menandai teritori mereka dengan penanda bau[3] dan memiliki sebaran tempat tinggal eksklusif yang dapat bertumpangtindih atau mencakup beberapa sebaran betina.[4] Cerpelai kecil menggunakan lubang-lubang yang sudah ada untuk tidur, menyimpan makanan dan membesarkan anakan mereka. Mereka kawin pada musim semi dan panas, dan dapat menghasilkan sekitar enam anak sekali kawin, yang dibesarkan sepenuhnya oleh betina. Karena ukurannya yang kecil dan sifatnya yang cekatan, cerpelai kecil telah memainkan peran penting dalam mitos dan legenda berbagai budaya.