Cepat Tepat adalah acara televisi kuiscerdas cermat antar sekolah yang pernah disiarkan oleh TVRI,[1] yang mempertemukan berbagai tim siswa-siswi SMP dan SMA[2] dari berbagai sekolah di Indonesia, dalam kompetisi menjawab pertanyaan-pertanyaan. Acara tersebut diyakini merupakan salah satu acara televisi terlama di Indonesia.[a]
Pada tahun 2017 di bawah kepemimpinan Helmy Yahya, acara Cepat Tepat yang dorman sempat direncanakan untuk kembali dihidupkan dalam format yang berbeda.[4][5]
Format
Permainan mempertemukan tim-tim, dengan setiap tim terdiri dari tiga peserta. Beragam soal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan umum dan sosial dibacakan oleh pembawa acara, dengan para peserta diwajibkan menekan bel sebelum menjawab pertanyaan.
Kritik dan kontroversi
Pada masa pemerintahan Orde Baru, acara tersebut bersama dengan Cerdas Cermat dan Kelompencapir diyakini merupakan bagian dari propaganda pemerintah, demi menjaga kestabilan nasional. Soal-soal yang bersifat mengandalkan hafalan dan sistem dikte, serta pilihan ganda yang hanya memiliki satu jawaban yang benar, dianggap membentuk masyarakat untuk memiliki pandangan yang sama.[6]
Pada pertengahan dekade 1980-an, acara Cerdas Cermat serta Cepat Tepat sempat menjadi ajang pertaruhan dalam sebuah perjudian liar, dengan bandar yang berperan berusaha untuk menyuap pejabat TVRI untuk mengatur hasil.[7]
Catatan
↑Tokoh.id menyebut Helmy Yahya pernah menjadi juara Cepat Tepat yang diadakan TVRI Palembang (kini TVRI Sumatera Selatan) tahun 1978, mengindikasikan acara ini telah ada sejak tahun tersebut.[3] Namun belum diketahui dengan pasti tanggal acara ini pertama disiarkan.