Persebaran A. cunicularia     Wilayah perkembangbiakan musim panas     Wilayah sebaran musim dingin (di luar musim berbiak)     Wilayah perkembangbiakan populasi menetap
Burung hantu penggali[3] atau burung hantu liang (Athene cunicularia) adalah spesies burung hantu berukuran kecil, berkaki panjang, dan terutama hidup di daratan—meskipun tidak kehilangan kemampuan terbang—yang berasal dari bentang alam terbuka di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Burung ini umumnya ditemukan di padang rumput, padang penggembalaan, lahan pertanian, gurun, atau kawasan terbuka dan kering lainnya yang memiliki vegetasi rendah. Burung hantu liang bersarang dan beristirahat di dalam liang.[4] Meskipun nama umumnya mengesankan bahwa mereka menggali liang sendiri, hal itu jarang dilakukan. Sebaliknya, mereka lebih sering memanfaatkan kembali liang atau terowongan yang telah ditinggalkan dan sebelumnya digali serta dihuni oleh spesies lain, seperti luak Amerika (Taxidea taxus), rubah (Vulpes sp.), tupai tanah, atau anjing padang rumput (Cynomys spp.), serta berbagai spesies lainnya.
Taksonomi
Burung hantu liang pertama kali dideskripsikan secara resmi oleh naturalis Spanyol, Juan Ignacio Molina, pada tahun 1782 dengan nama binomialStrix cunicularia, berdasarkan spesimen yang dikumpulkan di Chili.[5][6] Epitet spesifik cunicularia berasal dari bahasa Latincunicularius, yang berarti "penggali liang" atau "penambang".[7] Burung hantu liang kini ditempatkan dalam genus Athene, yang diperkenalkan oleh zoolog Jerman Friedrich Boie pada tahun 1822.[8][9]
Burung hantu liang terkadang diklasifikasikan ke dalam genus monotipikSpeotyto, berdasarkan morfologi dan kariotipe yang dianggap khas. Namun, bukti dari kajian osteologi (struktur tulang) dan analisis sekuens DNA menunjukkan bahwa burung hantu liang merupakan anggota darat dari genus burung hantu kecil (Athene). Oleh karena itu, saat ini sebagian besar otoritas taksonomi menempatkannya dalam genus tersebut.
Sejumlah besar subspesies telah dideskripsikan, meskipun perbedaan penampilannya relatif kecil. Keabsahan taksonomi beberapa di antaranya masih menjadi bahan perdebatan.[10] Sebagian besar subspesies ditemukan di wilayah Pegunungan Andes atau sekitarnya, serta di Kepulauan Antillen di Laut Karibia. Meskipun masing-masing subspesies memiliki ciri tersendiri, hubungan kekerabatan—termasuk tingkat perbedaannya—antara subspesies yang terdapat di Florida dan burung hantu liang di kawasan Karibia masih belum sepenuhnya dipahami.[11]
Deskripsi
Burung hantu liang memiliki mata berwarna cerah. Paruhnya dapat berwarna kuning tua atau abu-abu, bergantung pada subspesiesnya. Burung ini tidak memiliki jumbai telinga dan memiliki cakram wajah yang datar. Burung hantu ini memiliki alis putih yang mencolok serta bercak putih pada bagian dagu yang dapat dikembangkan dan diperlihatkan saat melakukan perilaku tertentu, seperti menganggukkan kepala ketika merasa terganggu atau terancam.
Burung dewasa memiliki kepala dan sayap berwarna cokelat dengan bintik-bintik putih. Dada dan perutnya berwarna putih dengan bercak atau garis-garis melintang berwarna cokelat yang bervariasi, bergantung pada subspesiesnya. Burung muda memiliki penampilan yang serupa, tetapi tidak memiliki sebagian besar bintik putih pada bagian atas tubuh maupun garis-garis cokelat pada bagian bawah tubuh. Burung muda juga memiliki pita berwarna cokelat kekuningan (buff) pada bagian atas sayap, dan dadanya dapat berwarna cokelat kekuningan, bukan putih. Burung hantu liang dari semua kelompok umur memiliki kaki berwarna keabu-abuan yang lebih panjang dibandingkan dengan kebanyakan spesies burung hantu lainnya.
Burung jantan dan betina memiliki ukuran serta penampilan yang hampir sama sehingga hanya menunjukkan sedikit dimorfisme seksual. Betina cenderung memiliki bobot tubuh yang lebih besar, sedangkan jantan umumnya memiliki ukuran linier yang lebih panjang, seperti panjang sayap dan panjang ekor. Burung jantan dewasa biasanya tampak lebih pucat daripada betina karena lebih banyak menghabiskan waktu di luar liang pada siang hari, sehingga bulunya mengalami pemudaran warna akibat paparan sinar matahari.
Burung hantu liang memiliki panjang tubuh 19–28 cm, rentang sayap 50,8–61 cm, dan bobot 140–240 gram.[4][12][13]
Sebaran
Sebelum kolonisasi Eropa, burung hantu liang kemungkinan menghuni setiap wilayah yang sesuai di Dunia Baru. Namun, sejak saat itu, persebarannya di Amerika Utara mengalami penyusutan di beberapa daerah. Sebaliknya, di beberapa bagian Amerika Selatan, wilayah persebarannya justru meluas akibat penggundulan hutan.[14]
↑Gill, Frank; Donsker, David; Rasmussen, Pamela, ed. (2020). "Owls". IOC World Bird List Version 10.2. International Ornithologists' Union. Diakses tanggal 30 September 2020.
↑Holt, D.W.; Berkley, R.; Deppe, C.; EnrÃquez Rocha, P.L.; Petersen, J.L.; Rangel Salazar, J.L.; Segars, K.P.; Wood, K.L. (1999). "155. Burrowing Owl". Dalam del Hoyo, J.; Elliott, A.; Sargatal, J. (ed.). Handbook of the Birds of the World. Vol. 5: Barn-owls to Hummingbirds. Barcelona: Lynx Edicions. hlm. 227–228, plate 17. ISBN 84-87334-25-3.
Haug, E.A.; Milsap, B.A.; Martell, M.S. (1993). Poole, A. (ed.). "Burrowing owl (Athene cunicularia)". The Birds of North America Online. Ithaca: Cornell Lab of Ornithology. doi:10.2173/bna.61. Diakses tanggal 26 December 2006. (perlu berlangganan)
Konig, C.; Weick, F.; Becking, J.-H. (1999). Owls: A guide to the owls of the world. New Haven: Yale University Press. ISBNÂ 0-300-07920-6.