Di kampung, Sabar memamerkan kesuksesannya hidup di Jakarta sehingga membuat dua pemuda Batak Tigor dan Sahat, tetangganya, tergiur untuk merantau ke Jakarta dengan berbekal alamat Sabar. Namun, impian dan harapan mereka langsung musnah, ternyata Sabar tinggal di kampung kumuh dan berprofesi sebagai sopir opelet. Kehidupannya sering diwarnai pertengkaran dengan istrinya karena Sabar sendiri penuh dengan khayal. Maka, Tigor dan Sahat berusaha hidup di Jakarta dengan caranya sendiri. Tigor menjadi penguasa sebuah kawasan parkir yang akhirnya mati dikeroyok tukang parkir dan para pencuci motor. Sahat yang bercita-cita jadi penulis besar, merelakan diri mengawini Mona, putri seorang penerbit buku untuk melancarkan cita-citanya. Sabar sendiri mati saat kendaraannya terguling. Semua tak menemukan bulan yang dicari.[1]
Pada tahun 2015, film ini diproduksi ulang. Dengan mengangkat tema yang sama, yaitu urbanisasi, skenarionya disesuaikan dengan kehidupan masa sekarang, dengan menambahkan beberapa karakter untuk lebih menghidupkan suasana. Film remake ini dibintangi oleh Donny Alamsyah, Rio Dewanto, Tio Pakusadewo, dan Atiqah Hasiholan.