Litvinchuk, Borkin, Skorinov dan Rosanov, 2008 [2]
Sebaran Bufo eichwaldi di Azerbaijan tenggara dan Iran utara (selatan dan barat daya Laut Kaspia)
Bufo eichwaldi, yang umumnya dikenal sebagai kodok Eichwald atau kodok Talysh, adalah spesies kodok sejati dalam famili Bufonidae. Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Litvinchuk, Borkin, Skorinov, dan Rosanov pada tahun 2008, dan ditemukan di Pegunungan Talysh serta Elburz di Azerbaijan dan beberapa bagian Iran utara. Sebelumnya, spesies ini dianggap sebagai subspesies dari kodok Kaukasus (Bufo verrucosissimus).[1][3]
Deskripsi
Bufo eichwaldi adalah kodok berukuran besar yang sangat mirip dengan Bufo verrucosissimus dalam penampilannya. Warnanya seragam, yaitu abu-abu kecokelatan kusam, serta memiliki tonjolan-tonjolan bulat besar pada punggung dan tonjolan yang lebih kecil pada perutnya. Spesies ini berbeda dari B. verrucosissimus karena memiliki proporsi tubuh yang berbeda, kepala dengan moncong yang tegas dan tidak membulat, serta kelenjar parotoid yang memiliki tanda-tanda hitam pada bagian yang bersentuhan dengan timpani. Jantan memiliki bintik-bintik gelap pada perutnya yang selain itu berwarna pucat, dan ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan betina.[4]
Sebaran
Bufo eichwaldi diyakini hidup di Azerbaijan tenggara dan Iran utara, di Pegunungan Talysh dan Elburz. Spesies ini juga ditemukan di Provinsi Mazandaran dan Gilan di Iran, dekat Laut Kaspia. Kodok ini hidup pada ketinggian hingga sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Habitatnya berupa hutan berdaun lebar, tetapi kadang-kadang juga ditemukan di rawa dataran rendah dan kebun.[4]
Biologi
Bufo eichwaldi tidak melimpah dan tidak mudah dijumpai di mana pun karena bersembunyi pada siang hari, lalu muncul setelah malam tiba untuk mencari makan berupa invertebrata kecil. Perkembangbiakan berlangsung di perairan dangkal di tepi mata air. Di Azerbaijan, individu muda yang baru menyelesaikan metamorfosis telah diamati pada bulan Juni dan Juli, ketika panjang tubuhnya sekitar 12 hingga 13 milimeter.[4]
Status
Daftar Merah Spesies Terancam PunahIUCN mengklasifikasikan spesies ini sebagai rentan. Populasinya diperkirakan telah menurun sebesar 30% selama 24 tahun terakhir dan terdapat dalam kepadatan rendah pada populasi-populasi yang terfragmentasi di wilayah pegunungan seluas sekitar 17.000 kilometer persegi. Spesies ini terancam oleh hilangnya habitat karena hutan tempat hidupnya ditebang untuk diambil kayunya.[1]