Bronkiolitis obliteratif (OB), juga dikenal sebagai bronkiolitis konstriktif dan paru-paru popcorn, adalah penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran udara terkecil di paru-paru ( bronkiolus ) karena peradangan .[1][6] Gejalanya meliputi batuk kering, sesak napas, mengi dan merasa lelah .[1] Gejala-gejala ini umumnya memburuk dalam hitungan minggu hingga bulan.[4] Hal ini tidak berhubungan dengan pneumonia pengorganisasian kriptogenik, yang sebelumnya dikenal sebagai pneumonia pengorganisasian bronkiolitis obliterans.[4]
Penyebabnya antara lain menghirup asap beracun, infeksi saluran pernapasan, gangguan jaringan ikat, atau komplikasi setelah transplantasi sumsum tulang atau jantung-paru .[1] Gejala mungkin tidak muncul sampai dua hingga delapan minggu setelah paparan racun atau infeksi.[1] Mekanisme yang mendasarinya melibatkan peradangan yang mengakibatkan terbentuknya jaringan parut .[1] Diagnosis dilakukan dengan CT scan, tes fungsi paru atau biopsi paru.[1]Rontgen dada sering kali normal.[4]
Meskipun penyakit ini tidak dapat disembuhkan, pengobatan dapat memperlambat memburuknya penyakit ini.[1] Hal ini mungkin termasuk penggunaan kortikosteroid atau obat imunosupresif .[1]Transplantasi paru-paru mungkin ditawarkan.[4] Hasilnya sering kali buruk, dengan sebagian besar orang meninggal dalam hitungan bulan hingga tahun.[4]
Bronkiolitis obliteratif jarang terjadi atau masuk kondisi yang langka.[4] Namun, kondisi ini memengaruhi sekitar 75% orang dalam kurun waktu sepuluh tahun setelah transplantasi paru-paru dan hingga 10% orang yang telah menerima transplantasi sumsum tulang dari orang lain.[4] Kondisi ini pertama kali dijelaskan dengan jelas pada tahun 1981.[4] Deskripsi sebelumnya terjadi pada awal tahun 1956, dengan istilah "bronchiolitis obliterans" pertama kali digunakan oleh Reynaud pada tahun 1835.[7][8]
123456789101112Lynch JP, Weigt SS, DerHovanessian A, Fishbein MC, Gutierrez A, Belperio JA (October 2012). "Obliterative (constrictive) bronchiolitis". Seminars in Respiratory and Critical Care Medicine. 33 (5): 509–32. doi:10.1055/s-0032-1325161. PMID23001805.
↑Barker AF, Bergeron A, Rom WN, Hertz MI (May 2014). "Obliterative bronchiolitis". The New England Journal of Medicine. 370 (19): 1820–8. doi:10.1056/NEJMra1204664. PMID24806161.
↑Gosink BB, Friedman PJ, Liebow AA (April 1973). "Bronchiolitis obliterans. Roentgenologic-pathologic correlation". The American Journal of Roentgenology, Radium Therapy, and Nuclear Medicine. 117 (4): 816–32. doi:10.2214/ajr.117.4.816. PMID4698820.