Bogaletch "Boge"Gebre (1950-an - 2 November2019) [1] adalah seorang ilmuwan dan aktivis Ethiopia. The independent mengambarkan Boge sebagai wanita yang mensiasati pemberontakan wanita Ethiopia pada 2010.[2][3] Boge lahir di Zata, Ethiopia dan meninggal di Los Angeles, California, Amerika Serikat.[4][5][6][7] Ia dibersakan di sebuah desa kecil di distrik Kembatta, Ethiopia selatan.[8] Ibunya adalah Lonseke Ayemo dan ayahnya adalah Gebre Kabre. Boge adalah satu dari 14 anak, yang sebagian besar meninggal di masa kanak-kanak.[9] Boge tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak.[10]
Boge juga merupakan salah satu korban dari mutilasi alat kelamin(FGM) pada saat ia berumur 12 tahun. Ia hampir meninggal dikarenakan hal itu.[10] Mutilasi alat kelamin ini merupakan ritual keagamaan yang dilakukan di Ethiopia. Banyak dari mereka menjadi korban dan meninggal karena kehilangan darah, infeksi atau komplikasi. WHO mengatakan tidak ada benefit dari perosedur itu.[11][12][13][14]
Ayahnya tidak memperbolehkannya untuk mendapat pendidikan formal. Oleh karena itu Boge dengan sembunyi-sembunyi pergi dan mengikuti sekolah misionari dengan bantuan dari pamannya.[15][16] Ia mendapatkan beasiswa untk belajar di Addis Ababa.[17] Dia melanjutkan untuk belajar Epidemiologi dan Parasitologi di Hebrew University yang berlokasi di Yerusalem, Israel, dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Amerika Serikat. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Massachusetts Amherst dengan beasiswa Fulbright.[18] Boge berhasil menyelesaikan studi PhD dengan fokus di bidang epidemilogi di University of California yang berlokasi di Los Angeles.[9][10]
Waktu Boge berada di Amerika Serikat, Ia mendirikan organisasi pertamanya dengan nama Development through Education. Organisasi ini membantu dengan memberikan pelajar di Ethiopia untuk mendapat material pembelajaran. Organisasi ini menyumbang lebih dari US$ 26.000 dalam bentuk buku untuk pelajar di Ethiopia.[19][20] Pada saat dia sedang mengerjakan gelar PhDnya di Los Angeles. Ethiopia dilanda kelaparan, kemiskinan, dan kekacauan politik. Peristiwa-peristiwa ini mendorong Boge untuk mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk membantu orang-orang Ethiopia.[21]
Kemudian ia kembali ke Ethiopia untuk membantu melindungi hak-hak perempuan pada 1997. Boge kembali ke Ethiopia dengan US $ 5.000 yang ia kumpulkan dan sebuah visi untuk memberi kembali dan membantu mengubah kehidupan para gadis di komunitasnya di Ethiopia. Boge kemudian mendirikan KMG Ethiopia dengan saudara perempuannya, Fikirte Gebre. KMG Ethiopian juga dikenal dengan nama Kembatti Mentti Gezzima-Tope (Kembatta Women Standing Together).[15][22] Organisasi ini merupakan organisasi non-profit yang membantu wanita di banyak segi termasuk mengurangi mutulasi alat kelamin wanita, pernikahan paksa dengan penculikan, penculikan, pemerkosaan dan juga pernikahan paksa.[23] Berdasarkan data yang ada pada 2003, banyak pernikahan di Ethiopia banyak melibatkan penculikan dan juga pemaksaan.[18]
Tingkat FGM di wilayah operasional KMG menurun dari hampir 100% pada tahun 1999 menjadi kurang dari 3% pada tahun 2008. Masyarakat sekarang menetapkan sanksi sosial dan larangan praktik seperti FGM, pernikahan anak, pengantin wanita, penculikan, poligami, warisan janda dan kekerasan dalam rumah tangga. Pengadilan setempat sekarang memiliki tim khusus yang didedikasikan untuk hanya menangani kasus-kasus perempuan. KMG juga membantu membangun sepuluh jembatan di pedesaan, tujuh sumur dan lima mata air. Lebih dari 9 juta pohon telah ditanam di Gunung Hambaricho, daerah aliran sungai yang penting di wilayah tersebut. KMG telah memberdayakan orang-orang yang hidup dengan HIV & AIDS, terutama perempuan, dan telah menghubungkan mereka dengan anak yatim piatu penderita AIDS di komunitas masing-masing.[9] KMG Ethiopia memberikan dampak yang sangat signifikan. Menurut The Independent, mereka membantu menggurangi pernikahan dengancara penculikan di Kembatta lebih dari 90%. The Economist menyatakan bahwa mereka berhasil mengurangi mutilasi alat kelamin wanita dengan 97%.[18][24][25]
Boge secara rutin kembali ke Los Angeles untuk melakukan perawatan untuk kerusakan syarat yang didapatnya pada kecelakaan mobil pada 1987. Awalnya dokter mengatakan ia tidak akan bisa berjalan setelah kecelakaan itu. Dia berhasil menyelesaikan 5 marathon setelah kecelakaan tersebut.[10][26]
Boge menghadiri Forum Ekonomi Wanita (WEF) di New Delhi, di mana ia menerima penghargaan "Perempuan Dekade dalam Kepemimpinan Komunitas" sebagai pengakuan atas "kepemimpinan yang memberdayakan dan kontribusi bintang".[9][27][28]