Black Elk dikenal karena wawancaranya dengan penyair John Neihardt, tempat ia membahas pandangan agamanya, visinya dan peristiwa pada masa hidupnya. Neihardt menerbitkannya dalam bukunya Black Elk Speaks pada 1932. Sejak itu, bukunya diterbitkan dalam sejumlah edisi, yang terkini pada 2008. Menjelang akhir hidupnya, ia juga berbicara kepada etnologis Amerika Joseph Epes Brown untuk buku tahun 1947 buatannya The Sacred Pipe. Terdapat peminatan besar dalam karya-karya tersebut di kalangan masyarakat beragam yang tertarik pada agama Amerika Asli, terutama dalam gerakan pan-Indian.
↑Jon Sweeney, "The saint who danced for Queen Victoria," The Tablet, 23 January 2021, 10-11. Sweeney is also author of the book, Nicholas Black Elk: Medicine Man, Catechist, Saint (Liturgical Press, 2020) ISBN0814644163