Desa Berampu terbentuk dari pemberian tanah oleh marga Angkat kepada marga Berampu. Hal ini bermula ketika seorang perempuan dari marga Angkat, yaitu Berru Angkat (boru Angkat), dipersunting oleh laki-laki dari marga Berampu. Sebagai bagian dari adat, marga Angkat kemudian memberikan jambar tanah (disebut rading berru) kepada menantunya, yakni marga Berampu. Sejak saat itu, marga Berampu menjadi penduduk asli sekaligus pemilik tanah ulayat di Desa Berampu.[1]
Dalam setiap pelaksanaan pesta adat di Desa Berampu, marga Berampu selalu menerima jambar Raja Nanidapot (Botohon) yang disebut sebagai Sukut ni Talun. Adapun batas-batas wilayah tanah ulayat marga Berampu adalah sebagai berikut:[1]
Sebelah timur berbatasan dengan tanah marga Ujung;
Sebelah utara berbatasan dengan tanah marga Maha dan Kudadiri;
Sebelah selatan berbatasan dengan Sungai Lae Simbellen dan tanah marga Pasi.
Seiring waktu, jumlah penduduk Desa Berampu terus bertambah dengan kehadiran berbagai etnis, terutama dari suku Batak, seperti Pakpak, Toba, Simalungun, dan Karo, serta suku lainnya, seperti Jawa dan Minangkabau. Sebagai pembuka kampung, marga Berampu tetap diakui sebagai pemilik tanah ulayat di desa tersebut. Masyarakat pendatang yang bermukim di Desa Berampu umumnya mengajukan permohonan kepada pemilik tanah, yaitu marga Berampu, untuk memperoleh lahan sebagai tempat tinggal maupun bercocok tanam, yang kemudian diberikan melalui mekanisme adat Pakpak.[1]
Pada dekade 2000-an, Desa Berampu mengalami pemekaran wilayah menjadi beberapa desa, yaitu Desa Karing, Desa Banjar Toba, Desa Pasi, dan Desa Sambaliang. Selanjutnya, desa-desa tersebut bersama Desa Berampu tergabung dalam satu wilayah administratif yang kini dikenal sebagai Kecamatan Berampu.[1]
Pembagian administratif
Desa Berampu terdiri dari dusun:
Berampu
Lumban Samosir
Panagaran
Demografi
Suku
Mayoritas penduduk Desa Berampu adalah Suku Batak Toba. Selain itu, terdapat juga etnis Batak Pakpak dan Batak Simalungun. Estimasi jumlah etnis Batak Pakpak di Desa Berampu adalah sekitar 20% dari total populasi desa. Marga dari etnis Batak Pakpak yang berada di Desa Berampu mayoritasnya adalah Lingga dan Berampu, sedang marga dari etnis Batak Simalungun yang berada di Desa Berampu mayoritasnya adalah Saragih.
Demografi berdasarkan Marga di Desa Berampu (2019)[2]