Benedict Joseph FlagetSS (7 November 1763 – 11 Februari 1850) adalah seorang prelat Katolik kelahiran Prancis yang menjabat sebagai Uskup Bardstown dari 1808 sampai 1839. Kala takhta tersebut dipindahkan ke Louisville pada 1839, ia menjadi Uskup Louisville, dan menjabat dari 1839 sampai 1850. Ia merupakan anggota Sulpician.
Pendidikan dan panggilan untuk imamat
Flaget lahir pada 7 November 1763, di Contournat, kini bagian dari komuneSaint-Julien-de-Coppel, di Provinsi kuno Auvergne, pusat Kerajaan Prancis. Menjadi yatim piatu pada masa kecil, ia dan para saudaranya dibesarkan oleh bibi pihak ibu, dibantuk oleh paman pihak ayah, seorang kanon di gereja kolegiat Billom.[1] Dalam usia 17 tahun, ia masuk Serikat Santo Sulpice di Clermont-Ferrand. Ia ditahbiskan menjadi imam pada 1 Juni 1788.[2] Flaget kemudian mengajar teologi selama dua tahun di Universitas Nantes, dan kemudian memegang jabatan yang sama di seminari Angers, sampai lembaga-lembaga tersebut ditutup akibat Revolusi Prancis.
Karya gereja awal di Amerika
Pada Januari 1792, Flaget berlayar dari Bordeaux, didampingi oleh rekan Sulpician John Baptist Mary David, dan deakon sekuler kala itu Stephen Badin kala pembelajaran untuk imamat terusik oleh Revolusi. Mereka mencapai Philadelphia pada 26 Maret dan bergerak menuju Baltimore, datang pada 29 Maret. Setelah baru dua bulan di Amerika, Uskup Baltimore, John Carroll, mengirimkannya ke Benteng Vincennes di Teritorial Indiana untuk melayani Gereja Santo Fransiskus Xaverius, yang dibentuk oleh para misionaris Yesuit pada 1748, sebelum penindasan dan pengusiran oleh pasukan Inggris pada 1763. Terdapat sejumlah besar pemukim Prancis dan misi yang hengkang tanpa keberadaan imam tetap selama berdasawarsa-dasawarsa.[3]
Flaget bergerak ke barat menggunakan gerobak melewati Pegunungan Allegheny menuju Fort Pitt, kawasan yang kini dikenal sebagai Pittsburgh, Pennsylvania. Sebuah surat pengenalan dari Uskup Carroll memberikan pengenalan kepada Jenderal "Gila" Anthony Wayne. Perjalanan dilakukan menggunakan perahu datar menyusuri Sungai Ohio, namun karena kondisi air yang rendah, ia singgah di Fort Pitt selama beberapa bulan. Disana, ia belajar bahasa Inggris dan menaungi orang-orang yang terkena wabah campak di kawasan tersebut. Flaget meninggalkan Pittsburgh pada November dan bergerak menyusuri Sungai Ohio sampai Air Terjun Ohio (Louisville), tempat ia meneruskan perjalanannya ke Benteng Vincennes dengan George Rogers Clark. Mereka mencapai benteng tersebut pada 21 Desember 1792.[4]
Di Vincennes, selain karya pastoralnya, Flaget mendirikan sekolah dan perpustakaan di gereja (kini Katedral dan Perpustakaan Lama), lembaga pendidikan tertua di Indiana.[5] Di Vincennes, ia melayani umat Katolik di paroki kecil. Disana, ia juga merawat orang sakit kala wabah campak pecah pada 1793 di kalangan pemukim dan suku Miami di dekatnya. Flaget sendiri terserang penyakit, namun sembuh.
Flaget dipanggil para petingginya ke Baltimore. Pada 23 April 1795, ia berangkat ke Kaskaskia dan kemudian menyusuri sungai menuju New Orleans dan dari sana berlayar ke Baltimore. Ia mengahar geografi dan bahasa Prancis di Georgetown College selama tiga tahun berikutnya.[4] Salah satu muridnya adalah kelak uskup Boston, Benedict Joseph Fenwick.
Flaget meninggalkan Baltimore dengan dua kolega pada 1798 untuk berlayar ke Kuba sebagai bagian dari misi Sulpician untuk mendirikan kolese di pulau tersebut. Namun, mereka datang dengan perlawanan dari para administrator diosesan lokal dan tak dapat merayakan misa di Havana. Saat persinggahan tersebut, ia terserang demam kuning dan pergi kembali saat anggota Sulpician lainnya memutuskan untuk kembali ke Amerika Serikat. Ia sembuh dan mengabdi sebagai pengajar untuk putra orang Spanyol kaya. Kemudian, setelah kematian Uskup Agung Havana, Dekan Katedral memberikannya ijin untuk merayakan Misa di gereja para frater Kapusin. falget belajar bahasa Spanyol saat persinggahan tersebut. Saat ia berada di Kuba, Louis Phillippe dari Prancis dan dua saudaranya datang kesana pada perjalanan mereka ke pengasingan. Para pengungsi aristokrat berteman dengan rekan Prancis mereka, Flaget, pada 1800.[6] Ini adalah kemurahan hati yang diingat Louis Phillippe dan kembali kala ia kemudian meraih takhta Prancis selaku Raja.[1]
Flaget kembali ke Baltimore pada November 1801. Ia menyertai 23 orang Spanyol muda yang direkrut untuk belajar di Georgetown College. Ia kemudian menjalani beberapa tahun kemudian dalam berbagai jabatan di sekolah tersebut.[1]
Pada 1821, ia memulai kunjungan ke Tennessee, dan membawa harta benda ke Nashville untuk gereja Katolik pertama.[7] Flaget mengadakan misa Katolik pertama di Nashville, Tennessee di rumah Patriot Perang Revolusioner dan Perwira Komisi, Kapten Timothy Demonbreun.
Uskup
Flaget diangkat oleh Takhta Suci menjadi Uskup pertama dari Keuskupan Bardstown yang baru didirikan pada 8 April 1808. Keuskupan tersebut memiliki luas 8.137 mil persegi, sebuah wilayah yang meliputi 10 negara bagian modern, yang meliputi Kentucky, Ohio, Tennessee, Michigan, Indiana dan lainnya. Pada saat ini, kawasan tersebut meliputi 35 keuskupan. Namun, Flaget menentang pengangkatan tersebut dan datang ke Prancis dalam upaya untuk menariknya. Ia gagal dalam upaya tersebut.[8]
Setelah memegang jabatan pada tahun berikutnya, Flaget mengabdikan dirinya untuk menghimpun pelayanan pastoral di garis depan barat Amerika Serikat, memberikan bantuan kepada tujuh imam dan sekitar 25 budak Afrika Amerika.[9][10]
Pada 1814, belum ada rohaniwan Anglikan di St. Louis, George Rogers Clark meminta teman lamanya, Flaget, untuk membaptis tiga putra sulungnya.[11] Flaget datang untuk membangun Katedral Santo Yosef di Bardstown sebagai pusat keuskupan dan sebuah seminari untuk melatih rohaniwan yang membutuhkan pengkaryaan keuskupan tersebut. Ia adalah salah satu dari dua uskup Bardstown (bersama dengan John Baptist Mary David), meskipun, sejak keuskupan tersebut dipindahkan ke Louisville, Bardstown masih menjadi takhta tituler.
Pada 1817, Flaget dapat mensuplai rohaniwan untuk melayani orang-orang Prancis dan Amerika Asli yang tinggal di sekitaran Great Lakes. Ia juga mulai mendirikan paroki-paroki di Indiana dan Michigan. Pada 1819, ia mengusulkan kepada Kongregasi Suci untuk Penyebaran Iman (yang memandang Gereja Amerika sebagai kawasan misionaris) untuk melakukan pemekaran terhadap keuskupannya. Kemudian, keuskupan tersebut dimekarkan, wilayah pemekaran pertamanya adalah keuskupan Cincinnati. Flaget menjadi penahbis utama dari uskup pertama keuskupan baru tersebut, Edward Dominic Fenwick, O.P. Ia juga berniat meminta nasehat dari Kongregasi tersebut dalam persoalan internasional, seperti merampungkan sengketa antara Sulpician Kanada dan Uskup Agung Quebec.
Keuskupan Bardstown kemudian dipindahkan ke Louisville, Kentucky pada 13 Februari 1841, menjadikannya Keuskupan Louisville. Pada 1834, ia menerima uskup koajutor baru Guy Ignatius Chabrat, S.S., yang direkrut sendiri oleh Flaget dari seminari Sulpician di Prancis pada 1811 dan kemudian ditahbiskan. Pada tahun berikutnya, Flaget pergi ke Eropa, tempat ia singgah sampai 1839. Pada masa kepulangannya, ia mendirikan empat kolese, sebuah panti asuhan putri besar, sebelas akademi putri, dan memperkenalkan tiga kongregasi kesusteran dan empat ordo putra relijius. Setelah kepulangannya, ia membantu Trappis untuk mendirikan biara sukses pertama mereka di negara tersebut di keuskupannya.[8]