Bendungan ini menampung Waduk Guri (Embalse de Guri) yang luasnya sekitar 4.250 kilometer persegi, menjadikannya salah satu waduk terbesar di dunia. Pembangkit listriknya pernah menjadi yang terbesar di dunia dalam hal kapasitas terpasang, menggantikan Bendungan Grand Coulee di Amerika Serikat, sebelum kemudian dilampaui oleh Bendungan Itaipu milik Brasil dan Paraguay.[5][6]
Sejarah
Studi kelayakan teknis dan ekonomi dimulai pada tahun 1961 oleh Harza Engineering Company.[7] Sebuah konsorsium internasional yang terdiri dari enam perusahaan, termasuk empat perusahaan asal Amerika Serikat di bawah program Alliance for Progress, memenangkan kontrak pembangunan pembangkit listrik tersebut.[8]
Karena permintaan listrik meningkat sangat cepat, pada tahun 1976 dimulai tahap pembangunan kedua. Pada tahap ini dibangun bendungan gravitasi sepanjang 1.300 meter, saluran pelimpah baru, dan rumah pembangkit kedua yang berisi 10 turbin berkapasitas masing-masing 725 MW.[13]
Pekerjaan ini meningkatkan tinggi bendungan menjadi 162 meter dan panjang puncaknya menjadi 7.426 meter (menurut beberapa sumber mencapai 11.409 meter). Ketinggian permukaan air naik hingga 272 meter,[14] memperbesar ukuran dan volume waduk hingga kapasitas 138 miliar meter kubik untuk penyimpanan dan pengendalian banjir. Struktur hasil perluasan ini diresmikan pada 8 November 1986.[15] Sejak tahun 2000, proyek renovasi Guri Power Plant terus berjalan untuk memperpanjang masa operasinya selama 30 tahun. Proyek ini mencakup pembuatan lima turbin baru beserta komponen utama di Rumah Pembangkit II. Menjelang akhir tahun 2007, dimulai pula rehabilitasi empat unit turbin di Rumah Pembangkit I.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.