Bendung Cibaliung adalah bendungan yang selesai dibangun pada tahun 1980 di Kabupaten Pandeglang, Banten.[1][2] Bendungan ini membendung aliran Sungai Ci Baliung dan menjadi sumber utama jaringan irigasi induk untuk Daerah Irigasi (DI) Cibaliung. Bendung ini merupakan bagian dari sistem sungai Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibaliung bersama 2 bendung lain yaitu Bendung Cikeusik dan Bendung Cikoncang/Cibeureum.[3] Bendungan tersebut menjadi sumber utama jaringan irigasi induk untuk Daerah Irigasi (DI) Cibaliung.[1]
Rehabilitasi Daerah Irigasi Cibaliung
Pada 18 Oktober 2024, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulai proyek rehabilitasi DI Cibaliung di Kecamatan Cikeusik. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten, serta mendukung program swasembada pangan. Rehabilitasi DI Cibaliung merupakan proyek lanjutan yang diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 113% menjadi 190%.[1]
Proyek mencakup area seluas 4.303 hektare, yang terdiri dari Cibaliung Kiri seluas 1.810 ha dengan debit 2,73 m3/detik dan Cibaliung Kanan seluas 2.493 ha dengan debit 3,76 m3/detik. Rehabilitasi ini meliputi peremajaan bendung, penanganan saluran primer dan sekunder, serta perbaikan berbagai bangunan seperti bangunan bagi sadap, ukur, terjun, sadap, gorong-gorong, dan talang pembuang.[1]
Proyek ini dibiayai oleh pinjaman senilai Rp233,8 miliar. Pelaksanaannya di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian dengan kontraktor pelaksana Hansol-Waskita, Joint Venture. Masa pengerjaan proyek sekitar 2 tahun yang ditargetkan selesai pada Oktober 2026.[1][4]
Dalam pelaksanaannya, proyek ini menerapkan metode irigasi modular yang dikembangkan oleh Balai Teknik Irigasi, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Teknologi ini menggunakan beton precast yang ringan dan praktis, sehingga dapat dipasang oleh tenaga manusia tanpa alat berat, memungkinkan partisipasi masyarakat. Kunjungan monitoring dan evaluasi lapangan telah dilakukan pada 12 Juni 2025 untuk mengawasi progres pekerjaan.[1][4]