Batara Guru Pinayungan adalah seorang sultan sekaligus pendiri Kesultanan Kota Pinang pada tahun 1540. Ia merupakan putra Sultan Alamsyah Syaifuddin yang berasal dari Kerajaan Pagaruyung.[1] Bersama dua orang saudaranya, Batara Payung dan Putri Lenggageni ia pergi merantau dari Pagaruyung. Setibanya di Kota Pinang pada awal abad ke-17, ia berhasil menghentikan peperangan di antara penduduk setempat. Karena wibawa dan kemampuannya itu, ia akhirnya diangkat menjadi raja di wilayah tersebut.
Batara Pinayungan memiliki seorang saudara yang bernama Batara Payung. Putranya, Baroar Nan Sakti, diangkat sebagai raja oleh masyarakat Mandailing Godang dengan gelar Sutan Diaru.[2] Kelak keturunan Batara Payung inilah yang membentuk fam/marga Nasution (Nan sakti on) di Kabupaten Mandailing Natal.[3]