Basra memiliki peranan penting dalam sejarah awal agama Islam. Pada awalnya, Basra dijadikan markas tentara umat Islam pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Namun pada perkembangan selanjutnya, kota itu menjadi pusat ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan perdagangan yang ramai. Basra juga tempat berbaurnya kebudayaan Persia dan Arab. Saat ini mayoritas penduduknya adalah Syiah meskipun terdapat pula penduduk Sunni dan Kristen dalam jumlah yang lebih kecil. Didirikan pada tahun 636, Basra kadang dijuluki sebagai "VeneziaTimur Tengah" karena adanya sejumlah terusan yang melintasi kota ini.