Baihaki Hakim (lahir 3 Desember 1942) adalah seorang insinyur profesional asal Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina. Selama memimpin Pertamina, ia banyak melakukan pembersihan terhadap praktik korupsi yang banyak terjadi di perusahaan tersebut. Salah satu caranya adalah melarang pihak manajemen untuk menerima bingkisan.[1] Sebelumnya ia pernah juga menduduki posisi Presiden Direktur Caltex Pacific Indonesia (CPI).
Kehidupan awal
Baihaki dilahirkan di Sijunjung, Sumatera Barat pada 3 Desember 1942, semasa pendudukan Jepang. Ayahnya, Hamid Hakim, adalah seorang ambtenaar yang sering berpindah-pindah, dan setelah kemerdekaan menjadi pejuang yang ikut bergerilya di dalam hutan. Akibatnya Baihaki yang selalu ikut ayahnya terlambat masuk sekolah. Ia baru masuk sekolah setelah pengakuan kedaulatan (1950) ketika usianya hampir delapan tahun.[2]
Kiprah
Tantangan utama Hakim yang pertama adalah mengelola, pada tahun 1981, impor awal delapan truk pencatatan terkomputerisasi dan dua skid pencatatan terkomputerisasi yang dapat dibawa helikopter (semuanya dibuat khusus di Fort Worth, Texas, USA) beserta empat puluh kontainer berisi peralatan pemeliharaan dan pendukung, termasuk sumber radioaktif untuk evaluasi sumur bawah tanah dan muatan berbentuk untuk melubangi casing penyelesaian.[3][4][5]