| Kelas 1: Mudah meledak |
| Informasi pada grafik ini berubah tergantung pada "Divisi" bahan mudah meledak yang dikirim. Bahan Mudah Meledak memiliki huruf yang melambangkan kompatibilitas yang ditetapkan untuk memudahkan pemisahan selama pengangkutan. Huruf yang digunakan berkisar dari A hingga S, kecuali huruf I, M, O, P, Q, dan R. Contoh di atas menunjukkan bahan peledak dengan kelompok kompatibilitas "A" (ditunjukkan sebagai 1.1A). Huruf yang ditampilkan akan bergantung pada sifat spesifik zat yang diangkut.
Contohnya Peraturan Departemen Transportasi Kanada tentang pengangkutan B3 mengatur kompatibilitas bahan.
- 1.1 Bahan mudah meledak dengan tingkat bahaya massal
- 1.2 Bahan mudah meledak dengan tingkat proyeksi parah.
- 1.3 Bahan mudah meledak yang memiliki bahaya kebakaran, ledakan, atau proyeksi, tetapi bukan bahaya ledakan massal.
- 1.4 Bahan dengan bahaya kebakaran atau proyeksi kecil (termasuk amunisi dan sebagian besar kembang api konsumen).
- 1.5 Barang yang tidak sensitif dengan ledakan massal (ledakan serupa dengan 1.1)
- 1.6 Barang yang sangat tidak sensitif.
Departemen Perhubungan Amerika Serikat (DOT) mengatur transportasi bahan berbahaya di wilayah AS.
- 1.1 — Bahan mudah meledak dengan tingkat bahaya massal (nitrogliserin/dinamit, ANFO)
- 1.2 — Bahan mudah meledak dengan bahaya ledakan/proyeksi.
- 1.3 — Bahan mudah meledak dengan bahaya kecil. (propelan roket, kembang api pertunjukan)
- 1.4 — Bahan mudah meledak dengan bahaya kebakaran besar (petasan, amunisi)
- 1.5 — Zat mudah meledak.
- 1.6 — Bahan mudah meledak yang sangat tidak sensitif
|
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 1: Mudah Meledak |
|
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 1.1: Mudah Meledak |
Tingkat Bahaya Massal |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 1.2: Mudah Meledak |
Tingkat Ledakan/Proyeksi Besar |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 1.3: Mudah Meledak |
Tingkat Ledakan Kecil |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 1.4: Mudah Meledak |
Bahaya Kebakaran Besar |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 1.5: Zat Mudah Meledak |
Zat Mudah Meledak |
| |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 1.6: Mudah Meledak |
Bahan Mudah Meledak Tidak Sensitif |
|
| Kelas 2: Gas |
Gas yang terkompresi, dicairkan, atau dilarutkan di bawah tekanan sebagaimana dijelaskan di bawah ini. Beberapa gas memiliki kelas risiko tambahan; beracun atau korosif.
- 2.1 Gas Mudah Terbakar: Gas yang menyala saat bersentuhan dengan sumber api, seperti asetilena, gas hidrogen, dan propana.
- 2.2 Gas Tidak Mudah Terbakar: Gas yang tidak mudah terbakar maupun beracun. Termasuk gas/cairan kriogenik (suhu di bawah -100 °C) yang digunakan untuk kriopreservasi dan bahan bakar roket, seperti nitrogen, neon, dan karbon dioksida.
- 2.3 Gas Beracun: Gas yang dapat menyebabkan kematian atau cedera serius pada kesehatan manusia jika terhirup; contohnya adalah fluor, klorin, dan hidrogen sianida.
|
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 2.1: Gas Mudah Terbakar |
|
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 2.2: Gas Tidak Mudah Terbakar |
|
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 2.3: Gas Beracun |
|
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 2.2: Oksigen |
|
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 2.3: Berbahaya Jika Terhirup |
|
|
| Kelas 3: Cairan Mudah Terbakar |
Cairan mudah terbakar yang termasuk dalam Kelas 3 dimasukkan ke dalam salah satu kelompok pengemasan berikut:
- Kelompok I, jika memiliki titik didih awal tidak lebih dari 35°C pada tekanan mutlak 101,3 kPa dan titik nyala berapa pun, seperti dietil eter atau karbon disulfida;
- Kelompok II, jika memiliki titik didih awal lebih dari 35°C pada tekanan mutlak 101,3 kPa dan titik nyala kurang dari 23°C, seperti bensin dan aseton; atau
- Kelompok III, jika kriteria untuk Kelompok I atau II tidak terpenuhi, seperti minyak tanah dan solar.
|
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 3: Cairan Mudah Terbakar |
|
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 3: Mudah Terbakar |
|
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 3: Bahan Bakar Minyak |
|
| |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 3: Bensin |
|
|
| Kelas 4: Padatan Mudah Terbakar |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 4.1: Padatan Mudah Terbakar |
4.1 Padatan Mudah Terbakar: Zat padat yang mudah terbakar dan siap terbakar (nitroselulosa, magnesium, atau korek api). |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 4.2: Padatan Mudah Terbakar Secara Spontan |
4.2 Mudah Terbakar Secara Spontan: Zat padat yang terbakar secara spontan (alkil aluminium, fosfor putih). |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 4.3: Berbahaya jika Basah |
4.3 Berbahaya jika Basah: Zat padat yang mengeluarkan gas yang mudah terbakar jika basah atau bereaksi hebat dengan air (natrium, kalsium, kalium, kalsium karbida). |
| Kelas 5: Bahan Pengoksidasi dan Peroksida Organik |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 5.1: Mudah Teroksidasi |
5.1 Zat pengoksidasi selain peroksida organik (kalsium hipoklorit, amonium nitrat, hidrogen peroksida, kalium permanganat). |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 5.2: Peroksida Organik Mudah Teroksidasi |
5.2 Peroksida organik, baik dalam bentuk cair atau padat (benzoil peroksida, kumena hidroperoksida). |
|
| Kelas 6: Zat Beracun dan Infeksius |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 6.1: Zat Beracun |
- 6.1a Zat beracun yang dapat menyebabkan kematian atau cedera serius pada kesehatan manusia jika terhirup, tertelan, atau terserap melalui kulit (kalium sianida, raksa klorida).
- 6.1b (sekarang PGIII) Zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan manusia (Catatan: simbol ini tidak lagi diizinkan oleh PBB) (pestisida, metilen klorida).
|
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 6.2: Bahaya Biologis |
- 6.2 Bahaya biologis: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membagi kelas ini menjadi dua kategori: Kategori A: Menular; dan Kategori B: Sampel (kultur virus, spesimen patologi, jarum suntik bekas).
|
|
| Kelas 7: Zat Radioaktif |
Kelas 8: Zat Korosif |
Kelas 9: Lain-lain |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 7: Radioaktif |
Zat radioaktif adalah zat atau gabungan zat yang memancarkan radiasi pengion (uranium, plutonium). |
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 8: Korosif |
Zat korosif adalah zat yang dapat melarutkan jaringan organik atau merusak logam tertentu:
|
 |
Bahan Berbahaya |
| Kelas 9: Lain-Lain |
Zat berbahaya yang tidak termasuk dalam kelas-kelas yang disebutkan di atas (asbes, pengisi kantung udara, rakit penyelamat yang dapat mengembang sendiri, es kering). |