Sekolapedia – 19 Agustus 2026 | Perjalanan al ittihad di ajang Piala Raja musim 2026-27 dimulai dengan catatan yang sangat impresif. Menghadapi Al Najma di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, pada Selasa malam, tim berjuluk The Tigers tersebut menunjukkan kelasnya sebagai salah satu raksasa sepak bola Arab Saudi dengan memastikan tempat di babak 16 besar melalui kemenangan meyakinkan tiga gol tanpa balas.
Sejak peluit pertama dibunyikan, dominasi tim kebanggaan Jeddah ini sudah terlihat jelas. George Ilenikhena menjadi bintang di babak pertama dengan mencetak dua gol yang membuat publik tuan rumah bersorak. Gol pembuka lahir pada menit ke-16 setelah Ilenikhena memanfaatkan umpan terobosan cerdik dari Ahmed Al Ghamdi. Tendangan kaki kirinya yang mengarah tepat ke pojok atas gawang Al Najma tidak mampu dibendung, sekaligus memberikan momentum positif bagi al ittihad untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
Meskipun sempat mengalami kendala dengan keluarnya Jan Carlo Simic akibat cedera pada menit ke-27, Al Ittihad tidak goyah. Ahmed Al Julaydan masuk sebagai pengganti untuk menjaga stabilitas lini pertahanan. Ilenikhena kembali menunjukkan ketajamannya pada menit ke-38 dengan melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut kanan gawang, menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan tetap terjaga. Pada menit ke-51, Danilo Pereira memperlebar jarak menjadi 3-0 setelah menyambut umpan silang akurat dari Muath Faqihi melalui sundulan jarak dekat. Al Najma sebenarnya sempat mencoba bangkit, namun ketangguhan kiper Predrag Rajkovic di bawah mistar gawang al ittihad membuat upaya mereka selalu kandas. Salah satu momen krusial terjadi pada menit ke-79 ketika tembakan Joao Novais membentur tiang gawang, yang nyaris saja memperkecil ketertinggalan tuan rumah.
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Al Ittihad untuk menebus kekecewaan musim lalu. Setelah finis di posisi kelima pada musim 2025-26, meskipun berhasil mengangkat trofi AFC Champions League Elite, mereka sempat terhenti di semifinal Piala Raja musim lalu. Dengan performa solid ini, target untuk melangkah lebih jauh hingga meraih trofi bergengsi ini kembali terbuka lebar.
Di sisi lain, dinamika Liga Arab Saudi saat ini sedang menjadi sorotan hangat. Selain performa klub-klub besar, isu transfer dan manajemen juga mewarnai liga. Sebagai contoh, Al Hilal tengah menghadapi tantangan regenerasi skuad akibat kebuntuan negosiasi pemutusan kontrak Karim Benzema. Situasi ini dikabarkan menghambat rencana transfer Ollie Watkins dari Aston Villa. Sementara itu, di kubu rival, Al Nassr baru saja menghadapi penolakan dari otoritas liga terkait permintaan pemindahan lokasi pertandingan melawan Al Riyadh demi alasan fair play.
Secara keseluruhan, kemenangan besar ini membuktikan bahwa al ittihad memiliki mentalitas juara yang kuat untuk bersaing di kompetisi domestik. Fokus mereka kini beralih pada persiapan menghadapi lawan yang lebih tangguh di babak 16 besar, dengan harapan dapat mengulangi dominasi yang telah mereka tunjukkan di laga pembuka ini.



Post Comment