Izzuddin Aybak[dn 1] (Arab: عز الدين أيبكcode: ar is deprecated ), gelar: al-Malik al-Muizz Izzuddin Aybak al-Jashankir at-Turkumani as-Salihiy (Arab: الملك المعز عز الدين أيبك (الجاشنكير) التركماني الصالحيcode: ar is deprecated ) adalah sultan Mamluk pertama di Mesir dari garis Turkik Bahri.[dn 2][dn 3][dn 4][1] Ia memerintah dari tahun 1250 hingga wafat pada tahun 1257.
Mendapatkan kekuasaan
Merasa tidak nyaman ketika para amir Suriah menolak memberikan penghormatan kepada Syajaruddur dan menyerahkan Damaskus kepada an-Nasir Yusuf, amir Ayyubiyah dari Aleppo, Syajaruddur menikahi Aybak dan kemudian mengundurkan diri, menyerahkan takhta kepada Aybak setelah memerintah Mesir selama 80 hari, mulai 2 Mei 1250.[2]
Aybak, yang mulai menjabat sebagai sultan baru Mesir pada akhir Juli 1250, diberi nama resmi al-Malik al-Muizz. Hingga saat itu, Aybak terutama mengandalkan empat Mamluk: Faris ad-Din Aktai, Baibars al-Bunduqdari, Qutuz, dan Bilban al-Rashidi.[3][4]
Kepemimpinan formal Aybak hanya berlangsung selama lima hari.[5] Untuk mengokohkan posisinya dan mencoba menenangkan lawan-lawannya di Suriah dan Baghdad, para Mamluk Bahri menobatkan al-Ashraf Musa yang berusia 6 tahun,[dn 5][dn 6] anggota cabang Suriah dari keluarga Ayyubiyah,[dn 7] sebagai sultan, sambil mengumumkan bahwa Aybak hanyalah wakil dari khalifah Abbasiyah di Baghdad. Selain itu, untuk menunjukkan kesetiaannya kepada tuan Ayyubiyah yang telah meninggal, as-Salih Ayyub, Aybak mengadakan upacara pemakaman untuk as-Salih dan menguburkannya di makam yang telah dibangun as-Salih untuk dirinya sendiri sebelum wafat, dekat madrasahnya di distrik Bain al-Qasrain, Kairo.[6][7][dn 8] Meskipun demikian, kekuasaan nyata di Mesir tetap dipegang oleh Aybak, yang kembali menjabat sebagai atabak (atabeg).[5]
Catatan
↑Nama Aybeg atau Aibak atau Aybak merupakan gabungan dua kata Turki, "Ay" = Bulan dan "Beg" atau varian "Bak" = Emir dalam bahasa Arab. -(Al-Maqrizi, Note p.463/vol.1 )
↑Meskipun Aybak dianggap oleh sejarawan sebagai seorang Mamluk, ia sebenarnya bertugas di istana as-Salih Ayyub sebagai Emir/komandan militer, bukan sebagai seorang Mamluk. - Shayal, hlm. 153/ jilid 2 - Al-Maqrizi, hlm. 463/ jilid 1 – Menurut Ibnu Taghribirdi, as-Salih Ayyub membelinya sebelum ia menjadi Sultan dan ia mempromosikannya ke posisi Emir. Pangkat yang digunakan Aybak adalah Khawanja (akuntan Sultan). Ibn Taghri, hlm. 103-273/ Kesultanan al-Muizz Aybak al-Turkumani.
↑Namun, beberapa sejarawan menganggap Shajar Adurr sebagai Sultan Mamluk pertama.. Shayal, p.115/vol.2.
↑Al-Maqrizi juga menggambarkan Shajar Adurr sebagai sultan Mamluk pertama yang berasal dari Turkik. al-Maqrizi, p.459/ vol.1
↑Juga dikenal sebagai Al-Nasir Salahuddin Yusuf. – Al-Maqrizi, p.464/vol.1- Ibn Taghri, pp.103-273/ The Sultanate of al-Muizz Aybak al-Turkumani.
↑Koin-koin Musa menunjukkan bahwa ia adalah seorang Sultan dan bukan rekan-sultan.
↑al-Malik Sharaf Muzafiruddin Musa adalah cucu al-Malik al-Kamil. Al-Maqrizi, p.464/vol.1 – Shayal, p.115/ vol.2 – Ibn Taghri, pp.103-273/ The Sultanate of al-Muizz Aybak al-Turkumani,
↑Kematian as-Salih Ayyub disembunyikan oleh istrinya, Shajar al-Durr, karena Mesir sedang diserang dalam Perang Salib Ketujuh. Jenazahnya yang dikafani kemudian diam-diam diangkut dengan perahu ke benteng di Pulau al-Rudah di Sungai Nil, tempat jenazah itu disimpan hingga kemudian dikuburkan oleh Aybak di makam Sultan dekat Madrasah as-Salih. ( Al-Maqrizi, pp. 441-443/vol.1 ) Lihat pula Shajar al-Durr.
Referensi
↑Encyclopædia Britannica Online – Aybak article. web page