Ayam-bunduk tiongkok ( Tetrastes selewerzowi ), juga dikenal sebagai ayam-bunduk Severtzov atau ayam-bunduk dada hitam, adalah spesies ayam kaki-kasar yang berkerabat dekat dengan ayam-bunduk biasa.
Ini adalah burung menetap yang mendiami hutan pegunungan campuran yang kaya akan tumbuhan runjung di Tiongkok tengah. Penampilan burung ini sangat mirip dengan ayam-bunduk biasa, hanya saja tidak ada garis putih di kepala dan leher.
Nama burung ini diambil dari nama seorang penjelajah dan naturalisRusia, Nikolai Alekseevich Severtzov .[1]
Ayam-bunduk tiongkok secara hukum merupakan spesies yang terancam punah di Tiongkok, wilayah di mana habitatnya berada.[2] Populasinya telah menurun selama bertahun-tahun dan masih menunjukkan penurunan jumlahnya. Ayam-bunduk tiongkok saat ini memiliki sekitar 10.000 burung menurut Dewan Penelitian Satwa Liar Nordik.[3] Penyebab utama penurunan ini adalah hilangnya habitat akibat penggundulan hutan. Ada banyak praktik kehutanan, fragmentasi habitat, dan penurunan luas hutan jenis konifera yang menjadi penyebab penurunan spesies ini.[2] Upaya saat ini sedang dilakukan di Tiongkok untuk menghentikan penurunan drastis spesies ini seperti menghentikan penebangan hutan.[3]
↑Lockwood, W B (1993). The Oxford Dictionary of British Bird Names. OUP. ISBN978-0198661962.
12Sun, Yue-Hua; Swenson, Jon E.; Fang, Yun; Klaus, Siegfried; Scherzinger, Wolfgang (April 2003). "Population ecology of the Chinese grouse, Bonasa sewerzowi, in a fragmented landscape". Biological Conservation (dalam bahasa Inggris). 110 (2): 177–184. doi:10.1016/S0006-3207(02)00187-8.