Isolasi asam ini pertama kali dikerjakan oleh Van Veen and Hyman[4] dari urin penduduk yang mengalami keracunan jering. Mereka berhasil mengisolasi kristal asam ini dari biji jering menggunakan barium hidroksida (Ba(OH)2) pada 30 °C dan ditunggu beberapa waktu.[2]
Selanjutnya, laporan menunjukkan ada sekitar 20 gram asam jengkolat di setiap 1Â kg biji jengkol segar (20 permil) dengan variasi 12 hingga 35 permil tergantung varietasnya.[5] Diketahui pula, biji legum lain juga mengandung lebih sedikit asam ini:Leucaena esculenta (2.2 g/kg) dan Pithecolobium ondulatum (2.8 g/kg).[5]
↑van Veen AG, Hyman AJ (1933). "On the toxic component of the djenkol bean". Geneesk. Tijdschr. Nederl. Indie. 73: 991.
12D'Mello, J. P. Felix (1991). Toxic Amino Acids. In J. P. F. D'Mello, C. M. Duffus, J. H. Duffus (Eds.) Toxic Substances in Crop Plants. Woodhead Publishing. pp. 21–48. ISBN 0-85186-863-0. Google Book Search. Retrieved on November 15, 2008.