Kehidupan awal dan pendidikan
Anthony Taylor lahir di Fort Worth, Texas, pada 24 April 1954,[1] sebagai anak sulung dari tujuh bersaudara yang lahir dari pasangan Basil dan Rachel (Roth) Taylor. Orangtua dan kakek-neneknya pada kedua belah pihak adana pemukim jangka panjang Fort Worth. Dua kakek neneknya adalah orang yang berpindah ke Katolik (ayah dari ibunya dari Yudaisme dan ibu dari ayahnya dari Protestanisme). Keluarganya pindah ke Ponca City, Oklahoma, pada 1960.[2]
Taylor masuk sekolah parokial dan negeri di Ponca, lulus dari sekolah tinggi pada 1972. Ia masuk Universitas Oklahoma di Norman, Oklahoma, selama dua tahun dan kemudian masuk Saint Meinrad Seminary and School of Theology di St. Meinrad, Indiana, lulus dengan gelar Bachelor of Arts dalam bidang sejarah. Dari 1976 sampai 1980, Taylor masuk seminari di Kolese Kepausan Amerika Utara, Roma sesambil belajar teologi di Universitas Kepausan Gregorian.[2]
Penahbisan dan pelayanan
Taylor ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agung Charles Salatka untuk Keuskupan Agung Kota Oklahoma pada 2 Agustus 1980,[1] di Paroki Santa Maria di Kota Ponca.
Setelah penahbisannya, keuskupan menugaskannya ke Paroki Hati Kudus di Kota Oklahoma. Dalam sebulan penahbisannya, ia mulai mengadakan misa dalam bahasa Sapnyol sebanyak dua kali sebulan di Clinton dan Hinton, Oklahoma. Pada 1982, ia dipindahkan ke Oklahoma barat, tempat ia tinggal di Misi Ratu Semua Orang Kudus di Sayre sampai 1986.[2]
Taylor belajar di Universitas Fordham, New York City pada musim panas 1984 dan 1985, kemudian masuk universitas waktu penuh dari 1986 sampai 1988. Pada masa yang sama, ia melayani Paroki Rosario Kudus diBronx. Taylor menerima gelar doktor pada 1989. Judul disertasinya adalah "The Master-Servant Type Scene in the Parables of Jesus".[2]
Setelah kembali ke Oklahoma pada 1989, Salatka mengangkat Taylor menjadi vikaris untuk pelayanan keuskupan agung, sebuah jabatan yang ia emban selama 20 tahun. Ia bertanggung jawab atas pelayanan untuk para imam dan, selama beberapa tahun, juga bertanggung jawab atas program diakonat permanen. Ia bertanggung jawab atas orientasi dan pemantauan para imam mancanegara yang melayani di Oklahoma, untuk para imam yang baru ditahbiskan pada tahun pertama pelayanan mereka, dan untuk para imam pada tahun pertama mereka sebagai pastor.[2]
Taylor menjabat sebagai vikaris parokial empat paroki Oklahoma dari 1990 sampai 1993:
- Paroki Perawan Tak Bernoda di Seminole
- Paroki Santo Robertus Bellarminus di Jones
- Paroki Santa Maria di Ardmore
- Paroki Santo Yosef di Norman
Pada 1993, Taylor menjadi pastor pendiri Paroki Santa Monika di Edmond, Oklahoma. Pada 2003, ia kembali menjadi pastor di Paroki Hati Kudus, Kota Oklahoma,[1] paroki Hispanik terbesar di keuskupan agung tersebut.[3] Taylor menjabat sebagai ketua dewan presbiteral, badan personil dan badan pensiun. Ia menjadi anggota dewan keuangan diosesan anggota dan anggota badan Mount St. Mary High School di Kota Oklahoma.[2]
Pada 2006, keuskupan agung mengutus Taylor menjadi delegasi untuk proses kanonisasi Padri Stanley Rother. Ia merupakan imam diosesan yang dibunuh oleh regu tembak saat berada dalam misi di Guatemala. Taylor bertemu Rother tak lama sebelum kematiannya. Datang ke Guatemala, Taylor mewawancarai lebih dari 50 orang yang mengabdi dengan Rother atau menyaksikan kematiannya. Perannya sebagai delegasi berakhir kala ia pergi dari Oklahoma ke Little Rock.[4]