Annemarie SchwarzenbachRenée Schwarzenbach adalah seorang penulis, wartawan, dan fotografer Swiss. Ia lahir pada tahun 1908 di Zurich, Swiss. Semasa hidupnya, ia dibesarkan di pedesaan dekat dengan kota Horgen di Danau Zurich, bersekolah di sekolah swasta di Zurich dan sekolah perempuan di Engadin.[1]
Kehidupan
Schwarzenbach, lahir dari salah satu keluarga terkaya di Swiss pada masa itu. Ayahnya, Alfred Schwarzenbach, merupakan seorang dermawan terkemuka di industri tekstil. Ia menempuh studi Sejarah di Zurich dan Paris. Pada tahun 1931, ia berhasil meraih gelar doktor dan menulis buku pertamanya. Pada 1930, ia berteman dengan Erika dan Klaus Mann, yang tetap dekat dengannya sepanjang hidupnya. Kemudian Schwarzenbach menjadi penulis di Berlin, disitulah ia pertama kali mencoba morfin. Mulai tahun 1933, ia memutuskan untuk mulai berkelana, perjalanan itu dilakukannya bersama fotografer Marianne Breslauer, ke Pegunungan Pyrenees, lalu ke Timur Tengah. Perjalanan pertamanya selama enam bulan membawanya ke Beirut, Yerusalem, Baghdad, Baki, dan Teheran, di mana ia bertemu dengan diplomat Prancis, Claude Clarac. Pada tahun 1934, ia mendampingi Klaus Mann ke Kongres Penulis Pertama di Moskow.[1]
Pada usia dua puluh tiga tahun, Annemarie meraih gelar doktor dan menerbitkan novel pertamanya. Kecintaannya yang terbesar adalah menulis, dan kesuksesan dari buku pertamanya mendorongnya untuk menerbitkan banyak karya selanjutnya. Setelah lulus dari universitas, Annemarie terjerat dalam kehidupan malam bohemian Berlin pada awal abad ke-20. Ia bergaul dengan berbagai seniman dan orang-orang yang tidak biasa. Menurut salah seorang temannya, ia hidup bebas, sering minum, dan jarang tidur. Ia memiliki banyak kekasih wanita, tetapi hubungan singkatnya dengan Erika Mann, yang tetap menjadi teman dekatnya, meninggalkan bekas luka yang paling dalam. Kehidupan bebas ini terhenti dengan kemunculan Hitler. Annemarie mendedikasikan dirinya pada aktivisme anti-fasis. Ia membiayai penerbitan karya penulis anti-fasis dan mengambil kameranya untuk mendokumentasikan kemunculan fasisme di Eropa.[2]