Kapten kapal layar selalu mencari rute pelayaran dengan perkiraan arah angin yang searah dengan tujuan perjalanan. Selama Zaman Pelayaran, pola angin yang dominan membuat berbagai belahan dunia menjadi mudah atau sulit diakses. Oleh karena itu, hal ini berdampak langsung pada pembentukan imperium-imperium Eropa dan turut memengaruhi geografi politik modern. Sebagai contoh, kapal galeon Manila sama sekali tidak dapat berlayar melawan arah angin.
Memasuki abad ke-18, pentingnya angin pasat bagi armada kapal dagang Inggris untuk menyeberangi Samudra Atlantik membuat masyarakat umum dan pakar etimologi mengaitkan nama tersebut dengan makna kata "trade" yang muncul belakangan, yaitu "perdagangan (luar negeri)". Antara tahun 1847 dan 1849, Matthew Fontaine Maury mengumpulkan informasi yang cukup untuk menyusun peta angin dan arus bagi samudra-samudra di dunia.
↑Glossary of Meteorology (2010). "trade winds". American Meteorological Society. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-11. Diakses tanggal 2008-09-08.